MATARAM — Astra Motor NTB menekankan pentingnya penyesuaian teknik pengereman antara jalan datar dan jalan menurun. Pada kondisi datar, pengendara dapat memakai kombinasi rem depan dan belakang secara bertahap sesuai kebutuhan. Rem depan memang memberi kontribusi besar terhadap daya pengereman, tetapi pembagian tekanannya tidak bisa dipatok dengan angka yang selalu sama.
Kecepatan, kondisi ban, permukaan jalan, dan karakteristik sepeda motor menjadi faktor yang memengaruhi efektivitas pengereman. Karena itu, edukasi yang digelar Astra Motor NTB tidak memberi patokan kaku, melainkan menekankan pemahaman kondisi kendaraan dan jalan.
Mengapa Turunan Menuntut Perlakuan Berbeda
Gravitasi membuat sepeda motor cenderung bertambah cepat saat menuruni jalan. Perpindahan beban ke bagian depan juga memengaruhi distribusi traksi ban. Pengendara disarankan mengurangi kecepatan sebelum memasuki turunan dan menjaga jarak aman.
Tekanan rem depan dan belakang sebaiknya diberikan secara halus dan terkontrol. Pengendara perlu menghindari pengereman mendadak atau melepaskan kedua rem hingga kendaraan melaju terlalu cepat.
"Kesalahan yang sering terjadi adalah pengendara menggunakan teknik pengereman yang sama di semua kondisi jalan. Padahal, saat melewati turunan, pengendara perlu lebih cermat dalam mengendalikan kecepatan, menjaga keseimbangan, dan mengatur penggunaan rem agar tidak bekerja secara berlebihan dalam waktu yang lama," jelas Satria.
Rem Terus-Menerus Picu Panas Berlebih
Pada turunan panjang, pengereman berkepanjangan meningkatkan suhu komponen rem dan berpotensi menurunkan efektivitasnya. Kecepatan sebaiknya dikendalikan sejak awal turunan, bukan menunggu sepeda motor melaju kencang baru dilakukan pengereman.
Risiko lain muncul saat rem ditekan terlalu keras atau mendadak di jalan licin, berpasir, atau tidak rata. Ban bisa kehilangan traksi, roda tergelincir, dan sepeda motor sulit dikendalikan.
Motor Matik Butuh Perhatian Khusus
Karakter engine brake sepeda motor matik berbeda dengan motor bertransmisi manual yang memungkinkan pengendara memilih gigi rendah. Pada matik, pengendara sebaiknya menutup gas secara wajar sebelum atau ketika mulai menuruni jalan agar efek perlambatan mesin dan sistem transmisi bekerja.
Efek engine brake pada motor matik umumnya lebih terbatas sehingga tidak bisa diandalkan sebagai satu-satunya cara memperlambat kendaraan. Pengendara tidak perlu sengaja mempertahankan bukaan gas untuk mendapat engine brake. Hindari pula mematikan mesin selama sepeda motor masih bergerak.
Posisi Tubuh Menjaga Kestabilan
Selain teknik pengereman, posisi tubuh berperan dalam menjaga kestabilan. Pengendara perlu mempertahankan posisi seimbang, memegang setang dengan mantap, dan menghindari gerakan tubuh berlebihan. Posisi tubuh harus tetap memungkinkan pengendara mengendalikan arah kendaraan dan mengoperasikan rem dengan baik.
"Prinsipnya, jangan menunggu sepeda motor melaju terlalu cepat baru melakukan pengereman. Kenali kondisi jalan, kurangi kecepatan sejak awal, dan gunakan rem secara halus. Keselamatan bukan hanya tentang seberapa kuat mengerem, tetapi juga seberapa tepat mengambil tindakan," tambah Satria.