Dhaup Ageng Mangkunegaran Solo 3-8 November 2026, Kirab Pengantin Jadi Magnet

Penulis: Yanuar Fahrezi  •  Kamis, 05 November 2026 | 14:47:31 WIB
Pura Mangkunegaran Solo menggelar dhaup ageng GRAj Ancillasura Marina Sudjiwo dan KPH FX Adimas Rosdian pada 3-8 November 2026.

NUSA TENGGARA BARAT — Pura Mangkunegaran Solo menggelar dhaup ageng GRAj Ancillasura Marina Sudjiwo dan KPH FX Adimas Rosdian pada 3-8 November 2026. Rangkaian prosesi adat Jawa berlangsung enam hari, dari sengkeran di Bale Warni sampai kirab pengantin keliling kota. Masyarakat umum bisa menyaksikan langsung kemeriahannya di Pamedan Mangkunegaran.

Gusti Sura, sapaan akrab GRAj Ancillasura Marina Sudjiwo, merupakan putri KGPAA Mangkoenagoro IX dan GKP Mangkoenagoro IX Prisca Marina Haryogi Supardi. Ia kakak dari KGPAA Mangkoenagoro X atau Gusti Bhre, penguasa Pura Mangkunegaran saat ini.

Kedekatan Gusti Sura dengan seni tumbuh dari lingkungan keluarga. Kini ia menjabat Pengageng Kawedanan Panti Budaya, bidang yang menangani seni dan tradisi Mangkunegaran. Sejak Februari 2025, Gusti Sura tercatat sebagai mahasiswa program studi Tari di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.

Calon suaminya, KPH FX Adimas Rosdian, adalah putra ketiga pendiri PO Rosalia Indah, KP Yustinus Soeroso dan Yustina Rahyuni Soeroso. Adimas menempuh Manajemen Bisnis di Monash University, Australia, dan kini memimpin PT Rosalia Indah Transport sebagai direktur.

Di bawah kepemimpinannya, Rosalia Indah meraih penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) pada 2021 sebagai perusahaan otobus AKAP dengan armada double decker terbanyak yang dilengkapi pramugara dan pramugari.

Jadwal Lengkap Prosesi Adat

Pernikahan tidak digelar dalam sehari. Sejumlah prosesi berjalan bertahap selama enam hari, dan sebagian terbuka untuk disaksikan warga.

  • 3 November 2026: Sengkeran di Bale Warni.
  • 4 November 2026: Pemasangan bleketepe, tuwuhan, dan adang sepisan di Bangsal Tosan dan Jayengan, dilanjutkan nyantri di Pendapa Ageng dan Prangwedanan.
  • 5 November 2026: Langkahan dan siraman di Pracimayasa, Bale Warni, serta Prangwedanan, lalu midodareni di Bale Warni dan Pendapa Ageng.
  • 6 November 2026: Dhaup suci, panggih, dan resepsi hari pertama di Gereja Santo Antonius Padua Purbayan serta Pendapa Ageng.
  • 7 November 2026: Kirab pengantin dan resepsi hari kedua di Pendapa Ageng.
  • 6-8 November 2026: Mangayubagya Dhaup Ageng di Pamedan Mangkunegaran.

Puncak Acara 6 November

Inti rangkaian jatuh pada 6 November lewat prosesi dhaup suci dan panggih, kemudian resepsi. Sehari setelahnya, kedua mempelai mengikuti kirab pengantin yang biasa dinanti warga Solo.

Mangayubagya Dhaup Ageng berlangsung tiga hari di Pamedan Mangkunegaran. Arena ini menjadi titik temu warga dengan prosesi adat tanpa harus masuk ke area internal keraton.

316 Personel Gabungan Dikerahkan

Polresta Solo menyiapkan 316 personel gabungan untuk mengamankan seluruh rangkaian. Personel berasal dari kepolisian, TNI, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan Kota Solo.

"Sebanyak 316 personel gabungan disiapkan untuk memastikan seluruh rangkaian prosesi adat dan kegiatan pernikahan agung tersebut berlangsung aman, tertib, dan lancar," kata Kabagops Polresta Solo, Kompol Navy Pradhana Prima Satya, dalam siaran pers yang diterima detikJateng.

Penempatan petugas mengikuti agenda, dari midodareni, pemberkatan, dua hari resepsi, hingga kirab pengantin. Saat resepsi, pengamanan dibagi tiga ring. Khusus kirab, personel disebar di sepanjang jalur rombongan untuk mengatur lalu lintas sekaligus melayani warga yang ingin menonton.

Kisah di Balik Pertemuan

Gusti Sura dan Adimas pertama kali berkenalan pada 2015 di sebuah acara yang digelar teman keluarga. Hubungan mereka saat itu berjalan kurang dari setahun sebelum berpisah.

Hampir sepuluh tahun berselang, keduanya bertemu lagi tanpa sengaja dalam sebuah acara pada 2025. Pertemuan itu membuka jalan bagi hubungan baru. Setelah berpacaran sekitar satu tahun, mereka memutuskan menikah.

Tips Menyaksikan dari Dekat

Bagi traveler yang ingin melihat prosesi, Pamedan Mangkunegaran pada 6-8 November jadi pilihan paling mudah karena dirancang untuk publik. Datang lebih awal pada hari kirab, 7 November, sebab jalur akan dipadati penonton dan pengaturan lalu lintas diberlakukan.

Gunakan transportasi umum atau ojek daring menuju kawasan Mangkunegaran, karena ruas jalan sekitar lokasi dipakai rombongan pengantin. Kenakan pakaian sopan dan jangan menghalangi jalur prosesi saat mengambil foto.

Durasi ideal untuk mengikuti rangkaian terbuka sekitar setengah hari. Pastikan jadwal terbaru dikonfirmasi ke Pura Mangkunegaran atau dinas pariwisata setempat, mengingat agenda adat bisa menyesuaikan kondisi lapangan.

Reporter: Yanuar Fahrezi
Sumber: travel.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top