NUSA TENGGARA BARAT — MG ZS Hybrid Plus menempuh rute Jakarta–Yogyakarta dengan konsumsi bahan bakar 15,6 km/liter dalam pengujian gaya berkendara agresif. SUV kompak hybrid ini menawarkan akselerasi responsif lewat mode Sport, tetapi suspensinya terasa keras di jalan tol Trans Jawa yang bergelombang. Simak kesan berkendara lengkapnya dari uji jarak jauh ini.
MG Motor Indonesia menggelar test drive ZS Hybrid Plus dari Jakarta menuju Semarang, lalu berlanjut ke Yogyakarta. Uzone.id menjadi salah satu media yang mengikuti perjalanan panjang tersebut. Fokus pengujiannya adalah merasakan performa, kenyamanan, dan efisiensi mesin hibrida pada SUV kompak ini.
Mesin Bensin 1.500 cc Dipadu Motor Listrik 134 hp
MG ZS Hybrid Plus membawa mesin bensin 1.500 cc dengan tenaga 102 hp dan torsi 128 Nm. Mesin tersebut dikombinasikan dengan motor listrik bertenaga 134 hp dan torsi 250 Nm dari baterai berkapasitas 1,8 kWh.
Dua sumber tenaga itu disalurkan ke roda depan melalui transmisi Dedicated Hybrid Transmission (DHT) 3-percepatan. Pengemudi bisa memilih tiga mode berkendara: Comfort, Normal, dan Sport.
Mode Sport Bikin Akselerasi Responsif di Jalan Tol
Di jalan tol, mode Sport menjadi pilihan utama untuk menguji performa MG ZS Hybrid Plus. Mode ini memberikan respons lebih cepat saat akselerasi sehingga mobil mudah mencapai kecepatan tinggi.
Setir juga terasa lebih berat ketika mode Sport aktif. Bobot tambahan pada kemudi memberi feedback lebih banyak dan membuat manuver terasa presisi. Transmisi DHT memungkinkan mobil melaju kencang dengan putaran mesin tetap rendah.
Konsumsi bahan bakar tercatat 6,4 L/100 km di MID selama pengujian jalan tol, setara 15,6 km/liter. Angka itu belum impresif untuk ukuran mobil hybrid, tetapi masuk akal karena gaya berkendara dalam pengujian tidak irit.
Suspensi Keras, Nyaman di Tikungan tapi Kurang Menyerap Jalan Rusak
Jalan tol Trans Jawa jadi tempat pengujian yang tepat karena permukaannya tidak rata dan banyak tambalan kasar. Di kondisi itu, MG ZS Hybrid Plus belum mampu meredam kontur jalan dengan baik. Bantingan terasa keras dan mengurangi kenyamanan pengemudi maupun penumpang.
Konsekuensi lain dari suspensi kaku adalah kestabilan saat bermanuver. Mobil tidak limbung berlebihan di tikungan, bahkan masih bisa menikung pada kecepatan tinggi.
Fitur Hiburan dan ADAS Melimpah, tapi Tanpa Tombol EV Mode
Dari sisi fitur, MG ZS Hybrid Plus menyediakan hiburan lengkap hingga sistem ADAS. Satu hal yang absen adalah tombol EV Mode yang biasanya ada di mobil hibrida untuk memaksa mobil melaju dengan motor listrik saja.
Meski begitu, sistem tetap bisa berjalan dalam mode listrik secara otomatis saat kondisi baterai mencukupi. Baterai yang tergolong besar untuk ukuran mobil hibrida memungkinkan MG ZS Hybrid Plus melaju sampai 100 km/jam hanya dengan motor listrik.
Harga dan Nilai Jual Belum Dibahas dalam Pengujian
Pengujian ini tidak menyertakan data harga resmi maupun perbandingan langsung dengan kompetitor sekelas. Penilaian value for money baru bisa dilakukan setelah harga resmi dan varian dipastikan.
Dari perjalanan Jakarta–Yogyakarta, MG ZS Hybrid Plus menunjukkan karakter sporty yang konsisten dengan tampilannya. Calon pembeli yang mengutamakan kenyamanan di jalan rusak perlu mencoba sendiri untuk merasakan karakter suspensinya.