NUSA TENGGARA BARAT — Suasana ruang makan SRMP 17 Tabanan berubah menjadi arena dialog singkat antara kepala negara dan seorang siswa yang bertugas sebagai pemimpin kegiatan. "Lapor! Makan siang siap dilaksanakan," lapor siswa tersebut kepada Presiden yang baru tiba. "Laksanakan!" jawab Prabowo tegas, disambut riuh antusiasme para pelajar yang sudah menunggu.
Presiden Duduk di Tengah Pelajar, Tanya Asal Daerah
Setelah memberikan arahan kepada siswa dan orang tua murid, Prabowo berjalan menuju meja makan yang biasa digunakan para pelajar. Ia tidak memilih tempat khusus, melainkan duduk di tengah-tengah siswa. Kepala Negara juga menyempatkan diri berbincang dengan siswa yang tadi melapor, menanyakan asal daerah dan siapa yang menemaninya tinggal di Bali.
Prabowo tampak didampingi sejumlah wali murid yang ikut serta dalam sesi santap siang tersebut. Menu MBG yang disajikan mendapat respons positif. "Enak," ujar seorang pelajar setelah menghabiskan hidangannya.
Pemantauan Langsung Pemerintah Pusat ke Penerima Manfaat
Kehadiran Presiden di Tabanan bukan sekadar agenda seremonial. Pemerintah pusat ingin memastikan program MBG berjalan sesuai prosedur, mulai dari kualitas gizi hingga distribusi makanan. Dengan turun langsung, Prabowo dapat melihat respons para penerima manfaat—dalam hal ini siswa sekolah rakyat—secara langsung.
Kunjungan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa pemerintah menaruh perhatian serius terhadap program yang menyasar anak-anak sekolah dari keluarga kurang mampu. Sekolah Rakyat sendiri merupakan institusi pendidikan yang dikelola untuk menjangkau masyarakat di daerah tertinggal.
Respons Positif Wali Murid, Menu MBG Dihabiskan Habis
Para wali murid yang hadir tampak antusias mendampingi jalannya acara. Menu yang disajikan terdiri dari nasi, lauk pauk, sayur, dan buah—sesuai standar gizi yang ditetapkan pemerintah. Tidak ada sisa makanan yang terlihat di piring para siswa setelah acara makan siang usai.
Pemerintah menargetkan program MBG dapat menjangkau seluruh sekolah rakyat di Indonesia secara bertahap. Evaluasi langsung seperti yang dilakukan Presiden di Bali diharapkan bisa menjadi model pemantauan bagi daerah lain.