NUSA TENGGARA BARAT — Apple kembali memperketat kebijakan App Store. Dalam pembaruan terbaru pedoman App Review Guidelines yang dikutip dari MacRumors, perusahaan asal Cupertino itu menegaskan aturan untuk menekan aplikasi yang tidak memberi nilai tambah. Langkah ini merespons derasnya arus aplikasi baru yang membanjiri platform, terutama sejak kemunculan alat bantu pengembangan berbasis AI.
Aturan Baru: Aplikasi "Iseng" Kena Sanksi Paling Berat
Poin krusial ada pada pembaruan seksi 4.3(b). Apple secara eksplisit menyebut sejumlah kategori aplikasi yang tidak akan ditoleransi. Di antaranya adalah aplikasi drinking games, Kama Sutra, hingga aplikasi suara kentut dan sendawa. Aplikasi-aplikasi ini dinilai sebagai "mediocre, low-quality, or low-effort"—alias tidak berguna dan tidak menambah nilai bagi ekosistem App Store.
Apple juga mengancam akan menghapus aplikasi yang sudah lama tidak diperbarui, tidak dikembangkan, atau tidak lagi menarik minat pengguna. Konsekuensinya bisa lebih fatal: pengajuan aplikasi sampah secara berulang dapat berujung pada pemutusan akun Apple Developer Program.
Kategori Aplikasi yang Wajib "Beda" untuk Lolos Seleksi
Untuk kategori aplikasi yang sudah umum dan mapan—seperti aplikasi dating, senter, efek suara, wallpaper, timer sederhana, hingga ramalan—Apple menaikkan standar. Apple menyatakan tidak akan menerima aplikasi baru di kategori tersebut kecuali pengembang mampu menawarkan pengalaman yang "meaningfully different or improved"—benar-benar berbeda dan lebih baik secara signifikan.
Aturan ini merupakan perluasan dari kebijakan antiaplikasi copycat yang sudah diterapkan sejak November tahun lalu. Tujuannya jelas: mencegah pengembang membanjiri App Store dengan aplikasi yang hanya merupakan variasi kecil dari aplikasi populer yang sudah ada.
Lonjakan Aplikasi Baru Picu Ketatnya Review
Langkah Apple ini tidak lepas dari situasi di lapangan. Dalam sambutannya di WWDC, CEO Apple Tim Cook mengungkapkan bahwa saat ini ada lebih dari 1.000 pengajuan aplikasi baru ke App Store setiap jamnya. Angka ini melonjak drastis, sebagian besar didorong oleh kemudahan akses alat bantu AI yang memungkinkan siapa saja membuat aplikasi dengan cepat.
Seperti diberitakan The Information, lonjakan aplikasi baru mencapai 84 persen. Meskipun Apple membantah hal ini memperlambat waktu review—mereka mengklaim 90 persen pengajuan selesai dalam 48 jam dengan rata-rata 1,5 hari—jumlahnya tetap menjadi tekanan bagi tim App Review yang harus memeriksa setiap aplikasi secara manual.
Aturan Tambahan: UGC dan Live Activities Juga Diawasi
Selain aturan utama, Apple menambahkan bahasa baru di pedoman 1.2 terkait aplikasi dengan konten buatan pengguna (user-generated content/UGC) dan di pedoman 4.5.3 tentang Live Activities. Apple melarang penggunaan Live Activities untuk mengirim spam, percobaan phishing, atau pesan yang tidak diminta. Ini menjadi sinyal bahwa Apple tidak hanya fokus pada kualitas aplikasi, tetapi juga keamanan dan kenyamanan pengguna.
Bagi pengembang yang ingin melihat detail lengkap aturan baru ini, tautan menuju pedoman App Store Review Guidelines versi terbaru sudah tersedia di laman resmi Apple.