Pencarian

BI NTB Temukan Peredaran Uang Mainan Mirip Rupiah, Warga Diimbau Cek 3D Sebelum Transaksi

Jumat, 12 Juni 2026 • 13:09:31 WIB
BI NTB Temukan Peredaran Uang Mainan Mirip Rupiah, Warga Diimbau Cek 3D Sebelum Transaksi
Kepala BI NTB mengimbau masyarakat menerapkan metode 3D untuk memastikan keaslian uang rupiah.

MATARAM — Kepala Perwakilan BI Provinsi NTB, Hario K. Pamungkas, mengatakan bahwa uang mainan yang beredar di pasaran sangat mirip dengan rupiah asli sehingga rawan disalahgunakan. Ia menegaskan, meski produk itu dijual sebagai mainan, oknum tidak bertanggung jawab bisa menggunakannya sebagai alat pembayaran atau modus penipuan di pasar.

Metode 3D: Dilihat, Diraba, Diterawang

Hario mengingatkan masyarakat untuk tidak hanya percaya pada penampilan fisik uang. Ia mendorong warga menerapkan metode 3D—Dilihat, Diraba, Diterawang—setiap kali menerima uang tunai. “Setiap lembar uang rupiah asli memiliki unsur pengaman yang dapat dikenali melalui metode tersebut,” ujarnya, Kamis (11/6).

Menurut Hario, uang asli memiliki tekstur khusus yang terasa saat diraba, watermark yang tampak saat diterawang, serta gambar tersembunyi yang hanya muncul dari sudut pandang tertentu. Uang mainan, sebaliknya, tidak memiliki elemen keamanan itu.

Edukasi ke Pelajar dan Pedagang Pasar

BI NTB tidak hanya mengimbau lewat pernyataan. Lembaga itu menggencarkan program Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah ke sekolah-sekolah dan pasar tradisional. Sosialisasi menyasar mahasiswa, pelajar, serta pedagang kecil yang rentan menjadi sasaran penipuan.

“Kami berharap masyarakat semakin memahami ciri-ciri uang rupiah asli dan mampu membedakannya dari uang mainan maupun uang palsu,” kata Hario.

Produsen Uang Mainan Juga Diingatkan

Selain mengedukasi konsumen, BI NTB memberikan peringatan kepada produsen uang mainan. Hario meminta mereka tidak membuat produk yang menyerupai rupiah asli. Perbedaan ukuran, warna, dan desain harus jelas agar tidak membingungkan publik.

Ia menegaskan, jika uang mainan terbukti digunakan untuk penipuan atau tindakan melawan hukum, penanganannya akan diserahkan ke aparat penegak hukum. “Itu menjadi domain aparat penegak hukum,” tegasnya.

Langkah Nyata: Cek Uang Sebelum Masuk Dompet

Hario berharap kebiasaan mengecek uang dengan metode 3D bisa menjadi refleks bagi warga NTB. Dengan begitu, risiko penyalahgunaan uang mainan maupun peredaran uang palsu bisa ditekan sejak dari transaksi harian.

“Kami berharap masyarakat semakin paham cara membedakan uang rupiah asli dengan uang mainan maupun uang palsu sehingga potensi penyalahgunaannya dapat diminimalisasi,” pungkasnya. (luk)

Bagikan
Sumber: radarlombok.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks