MATARAM — BMKG Stasiun Meteorologi Zainul Abdul Majid memproyeksikan potensi angin kencang akan merata di delapan wilayah NTB pada Kamis (18/6/2026) dan Jumat (19/6/2026). Sementara itu, potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat diprediksi baru akan terjadi pada 19 Juni 2026 di tiga kabupaten.
Wilayah Mana Saja yang Berpotensi Angin Kencang?
Berdasarkan rilis peringatan dini yang dikeluarkan BMKG, pada 18 Juni 2026, angin kencang berpotensi terjadi di Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Bima, Dompu, dan Kota Bima. Memasuki 19 Juni 2026, wilayah yang berpotensi mengalami angin kencang bertambah, meliputi Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa, Sumbawa Barat, Bima, Dompu, dan Kota Bima.
Potensi Hujan dan Kondisi di Mataram
Untuk potensi hujan, BMKG menyebutkan pada 17 dan 18 Juni 2026 peringatan waspada hujan masih nihil. Baru pada 19 Juni 2026, hujan dengan intensitas ringan hingga lebat diprakirakan terjadi di Kabupaten Sumbawa, Bima, dan Dompu.
Menariknya, di Kota Mataram yang merupakan ibu kota provinsi, cuaca justru terpantau cerah pada Rabu (17/6/2026). Kondisi ini menunjukkan sebaran cuaca ekstrem tidak merata di seluruh NTB.
Dampak dan Imbauan untuk Warga Pesisir
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap sejumlah dampak yang mungkin ditimbulkan, seperti banjir, tanah longsor, genangan air, angin kencang, kilat atau petir, berkurangnya jarak pandang, baliho roboh, dan pohon tumbang.
Imbauan khusus diberikan kepada operator jasa transportasi laut, nelayan, wisata bahari, dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar wilayah pesisir. Tinggi gelombang diperkirakan mencapai kurang lebih 2 meter di Selat Lombok bagian selatan, Selat Alas bagian selatan, dan Samudera Hindia selatan NTB.