Pencarian

BMKG Peringatkan El Nino Godzilla Ancam Krisis Pangan dan Kesehatan, Enam Bulan ke Depan

Jumat, 19 Juni 2026 • 14:47:01 WIB
BMKG Peringatkan El Nino Godzilla Ancam Krisis Pangan dan Kesehatan, Enam Bulan ke Depan
BMKG memperingatkan El Nino Godzilla berpotensi picu krisis pangan dan kesehatan dalam enam bulan ke depan.

NUSA TENGGARA BARAT — Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) periode 2017-2025, Dwikorita Karnawati, memperingatkan bahwa dampak berantai fenomena El Nino yang diprediksi mencapai level kuat pada tahun ini jauh lebih serius dari sekadar musim kemarau panjang. Dalam podcast EdShareOn yang tayang pada Rabu, 17 Juni 2026, ia menjelaskan bahwa kombinasi El Nino moderat dengan probabilitas 60 persen menjadi kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) Positif berpotensi menciptakan kondisi kekeringan paling ekstrem yang dijuluki El Nino Godzilla.

Dampak Langsung: Krisis Air, Pangan, dan Ancaman Inflasi

Menurut prediksi BMKG, wilayah yang paling terdampak meliputi Sumatera, sebagian Jawa dan Sulawesi, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Bali. Dampak langsung yang diantisipasi adalah krisis air bersih dan gagal panen yang memicu lonjakan harga pangan. "Kalau semua tekanan itu terakumulasi, suasana batin masyarakat tentu jadi tidak tenang," ujar Dwikorita.

Ia menambahkan, tekanan ekonomi akibat inflasi pangan diperkirakan akan langsung berimbas pada program strategis pemerintah. "Logikanya, kalau petaninya gagal panen atau harga bahan pangan naik, apakah program MBG tidak terganggu? Ujung-ujungnya asupan gizi untuk kaum rentan, yaitu anak-anak dan lansia, akan terancam," jelas mantan Rektor Universitas Gadjah Mada itu.

Mitigasi Sektor Pertanian dan Kesehatan yang Harus Disiapkan

Dwikorita mendorong pemerintah dan petani untuk segera melakukan penyesuaian pola tanam dengan varian tumbuhan yang lebih tahan terhadap kondisi minim air. Langkah teknis lain yang sudah mulai dipersiapkan adalah rekayasa cuaca berupa hujan buatan. Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR bersama BMKG disebut telah melakukan modifikasi cuaca untuk mengisi waduk-waduk, khususnya di NTT dan NTB.

Kementerian Pertanian juga telah menyiapkan pompa air untuk menyedot air tanah ke permukaan guna mengairi lahan pertanian. Di sektor kesehatan, Dwikorita mengingatkan potensi peningkatan penyakit akibat kekeringan dan krisis pangan dalam enam bulan ke depan, seperti diare, infeksi saluran pernapasan (ISPA), dan kurang gizi pada anak.

Kekhawatiran di Wilayah Pasca-Bencana dan Ancaman Sesar Aktif

Perhatian khusus juga diberikan pada daerah yang baru pulih dari bencana tanah longsor, seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. "Dalam kondisi normal saja masyarakat sudah kesusahan, apalagi di masa pemulihan bencana," kata Dwikorita, menyoroti kesiapan sanitasi dan ketersediaan air bersih di wilayah tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Dwikorita juga menanggapi gempa tektonik magnitudo 7,7 di Filipina pada Senin, 8 Juni 2026, yang sempat menimbulkan kekhawatiran akan aktivasi Sesar Palu-Koro. Meski probabilitasnya kecil karena jarak episenter yang mencapai 244-350 kilometer, ia menegaskan potensi patahan aktif di dasar Laut Sulawesi itu tetap harus dimonitor ketat. "Patahan ini masih sangat aktif. Yang dikhawatirkan adalah jika terjadi pergerakan tiba-tiba yang membangkitkan energi raksasa," ujarnya, merujuk pada potensi tsunami bawah laut yang signifikan.

Bagikan
Sumber: voi.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks