Pencarian

Pengemudi Tesla Model 3 Dituntut Gegara Tabrak Rumah Hingga Tewaskan Lansia, Begini Kronologinya

Minggu, 05 Juli 2026 • 10:29:31 WIB
Pengemudi Tesla Model 3 Dituntut Gegara Tabrak Rumah Hingga Tewaskan Lansia, Begini Kronologinya
Pengemudi Tesla Model 3 dituntut setelah kecelakaan fatal yang menewaskan seorang lansia di Texas.

NUSA TENGGARA BARAT — Kecelakaan maut yang melibatkan mobil otonom kembali terjadi di Amerika Serikat. Kali ini, seorang pengemudi Tesla Model 3 berinisial MB (49) harus berhadapan dengan jeratan hukum pidana setelah mobil yang dikendarainya menghantam sebuah rumah di Katy, Texas, pada bulan lalu. Peristiwa nahas itu merenggut nyawa Martha Avila (72), seorang penghuni rumah yang tengah berada di dalam kediamannya.

Kronologi Kecelakaan: FSD Aktif, Tapi Gas Diinjak Penuh

Menurut laporan dari Kantor Sheriff Harris County, kecelakaan terjadi saat Butler tengah melakukan pengiriman DoorDash. Dalam dokumen pengadilan yang dikutip Engadget, disebutkan bahwa Butler mengaktifkan fitur Full Self-Driving (FSD) milik Tesla. Namun, saat sistem mendeteksi situasi lalu lintas, Butler justru menginjak pedal gas hingga 100 persen dan menonaktifkan kendali otonom tersebut.

Ashok Elluswamy, Wakil Presiden bidang AI di Tesla, mengonfirmasi lewat unggahan di X bahwa "pengemudi secara manual menonaktifkan self-driving dengan menekan pedal gas hingga 100 persen" dan kecepatan mobil mencapai 73 mph (sekitar 117 km/jam) saat tabrakan terjadi. Angka ini menjadi bukti kuat bahwa sistem FSD tidak beroperasi secara penuh saat insiden berlangsung.

Investigasi Polisi: Ponsel Pengemudi Penuh Pencarian Soal FSD

Penyidik mendapatkan akses penuh ke ponsel dan mobil Tesla milik Butler setelah yang bersangkutan memberikan izin tertulis. Hasil pemeriksaan digital mengungkap fakta menarik: ponsel Butler menyimpan sejumlah riwayat pencarian Google mengenai fitur FSD. Beberapa di antaranya adalah "tesla fsd not aggressive enough 2026 model," "FSD is not aggressive enough for city driving," dan "tesla fsd too timid."

Temuan ini mengindikasikan bahwa Butler mungkin merasa sistem FSD terlalu lamban atau tidak agresif dalam berkendara di perkotaan, sehingga ia memilih untuk mengambil alih kendali secara manual. Namun, konsekuensi dari keputusan itu berujung fatal.

Tuntutan Hukum dan Dampak ke Tesla

Butler kini ditahan di penjara Harris County dengan jaminan uang sebesar 150.000 dolar AS (sekitar Rp 2,4 miliar). Ia menghadapi dakwaan pidana atas tuduhan pembunuhan (manslaughter). Tak hanya itu, keluarga korban juga telah mengajukan gugatan perdata atas kematian salah (wrongful death) yang menuding Tesla melakukan desain cacat pada sistem FSD dan Butler lalai dalam mengemudi.

Di sisi lain, Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) AS kembali membuka investigasi khusus terhadap Tesla dan teknologi Full Self-Driving miliknya. Ini bukan pertama kalinya regulator menyelidiki fitur otonom Tesla. Sebelumnya, NHTSA telah meluncurkan sejumlah penyelidikan terkait kecelakaan yang melibatkan sistem bantuan pengemudi milik pabrikan mobil listrik asal Amerika itu.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa teknologi self-driving bukanlah sistem yang sepenuhnya otonom. Pengemudi tetap bertanggung jawab penuh atas kendali kendaraan, terutama saat fitur bantuan mengemudi diaktifkan. Kejadian di Texas ini juga berpotensi memperketat regulasi penggunaan FSD di masa depan.

Bagikan
Sumber: engadget.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks