Pencarian

Microsoft Perpanjang Dukungan Windows 10 Gratis hingga 2027, Pengguna Mulai Beralih ke Linux

Senin, 29 Juni 2026 • 11:04:01 WIB
Microsoft Perpanjang Dukungan Windows 10 Gratis hingga 2027, Pengguna Mulai Beralih ke Linux
Microsoft memperpanjang dukungan Windows 10 gratis hingga tahun 2027 melalui program ESU.

NUSA TENGGARA BARAT — Pada 14 Oktober 2025, Microsoft secara resmi menghentikan dukungan utama untuk Windows 10. Langkah ini langsung menuai protes dari jutaan pengguna yang masih setia pada sistem operasi lawas tersebut. Sekitar 400 juta PC berpotensi kehilangan akses ke patch keamanan kritis, membuat perangkat rentan terhadap serangan siber.

Menanggapi tekanan, Microsoft memperpanjang masa pakai Windows 10 melalui program ESU. Pengguna yang masuk dengan akun Microsoft bisa mendapatkan pembaruan keamanan gratis hingga 2027. Namun, kelompok The Restart Project menyebut langkah ini hanya "tombol tunda menit terakhir" yang bersifat tambal sulam, bukan solusi permanen.

Mengapa Pengguna Bertahan di Windows 10?

Ada beberapa alasan utama mengapa migrasi ke Windows 11 berjalan lambat. Pertama, persyaratan hardware yang ketat—termasuk kebutuhan prosesor generasi terbaru dan modul TPM 2.0—membuat banyak perangkat lama tidak memenuhi syarat. Kedua, lonjakan harga RAM dan komponen lain membuat biaya upgrade PC membengkak.

Seorang pembaca Windows Central berkomentar, "Orang-orang mungkin mulai beralih ke Linux jika masalah RAM/storage ini tidak selesai dalam setahun ke depan." Kelompok seperti End of 10 bahkan aktif mendorong pengguna Windows 10 untuk pindah ke Linux, dengan menjual fitur bebas iklan dan tanpa pelacakan telemetri sebagai daya tarik utama.

Protes dan Aksi Simbolis di Prancis

Di Prancis, para kritikus menggelar "pemakaman" simbolis untuk Windows 10 sebagai bentuk protes terhadap apa yang mereka sebut praktik obsolesensi terencana. Aksi ini menyoroti ketidakpuasan terhadap dorongan agresif Microsoft agar pengguna beralih ke Windows 11, yang dinilai memiliki elemen desain bermasalah.

Data dari Pasar PC: Pengguna Masih Setia

Survei terbaru dari HP menunjukkan bahwa 3 dari 10 PC HP masih menjalankan Windows 10 per akhir 2025. Angka ini menurun dari September 2025, ketika HP dan Dell melaporkan hingga 50% PC mereka masih menggunakan OS tersebut. Produsen PC memperkirakan proses migrasi bisa berlanjut hingga 2026.

Seorang pengguna Reddit di forum r/technology membandingkan situasi ini dengan kebutuhan sepatu lari baru: "Windows 10 ke Windows 11 seperti saat kau butuh sepatu lari baru, tapi Nike menghentikan model yang biasa kau beli. Model lain oke, tapi tidak sebagus yang lama. Jadi kau bilang, 'Persetan, aku pakai ini sampai hancur.'"

Kritik: Apakah Ini Pengakuan Kegagalan Windows 11?

Pertanyaan besar yang mengemuka: apakah perpanjangan dukungan ini merupakan pengakuan bahwa Windows 11 belum cukup baik, bahkan hampir lima tahun setelah dirilis? Sejumlah pengamat menilai langkah Microsoft justru kontraproduktif terhadap upaya mereka sendiri mendorong adopsi Windows 11.

"Saya sudah bilang tahun lalu ini akan terjadi, dan saya akan katakan lagi, ini akan terjadi tahun depan juga," ujar seorang pembaca Windows Central lainnya. "Windows 10 akan didukung hingga Oktober 2028. Ini tidak ada hubungannya dengan harga. Ini sudah direncanakan sejak awal."

Cara Mendapatkan Perpanjangan Dukungan Gratis

Bagi pengguna yang ingin tetap aman, Microsoft menawarkan akses ESU gratis dengan login menggunakan akun Microsoft. Alternatifnya, pengguna bisa membayar akses sebesar 1.000 poin Microsoft Rewards atau USD 30 (sekitar Rp 495.000). Program ini memastikan patch keamanan kritis tetap tersedia hingga batas waktu baru.

Belum jelas bagaimana perpanjangan ini akan mempengaruhi pangsa pasar Windows 11. Sistem operasi anyar tersebut baru saja melampaui Windows 10 sebagai OS desktop paling dominan di dunia pada Juli 2025. Namun, dengan perpanjangan dukungan ini, momentum Windows 11 bisa kembali terhambat.

Bagikan
Sumber: windowscentral.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks