JAKARTA — PT MRT Jakarta (Perseroda) mengumumkan terowongan jalur arah utara proyek Fase 2A Bundaran HI–Kota telah rampung total. Terowongan sepanjang 5,8 kilometer ini membentang dari Stasiun Bundaran HI hingga mendekati Stasiun Kota.
Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tuhiyyat, menyebut penyelesaian ini hasil pengeboran menggunakan Tunnel Boring Machine (TBM) yang bekerja selama beberapa bulan terakhir. “Kami bersyukur proses tunneling untuk jalur utara ini berjalan lancar tanpa kendala berarti. Ini prestasi bersama seluruh tim teknis,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Apa Arti Selesainya Terowongan Ini bagi Proyek Fase 2A?
Dengan tuntasnya terowongan jalur utara, progres konstruksi Fase 2A memasuki babak baru. Fokus pekerjaan beralih ke penyelesaian terowongan jalur arah selatan yang masih dalam proses penggalian.
Pembangunan stasiun antara seperti Thamrin, Monas, Harmoni, dan Sawah Besar terus dikebut. Proyek Fase 2A membentang dari Bundaran HI menuju Kota sejauh 5,8 kilometer, dengan tujuh stasiun bawah tanah di sepanjang rute strategis Jakarta Pusat dan Jakarta Barat.
Dampak bagi Pengguna dan Target Operasional
Setelah beroperasi, jalur ini diharapkan mengintegrasikan kawasan pusat bisnis dengan pusat sejarah Kota Tua. Penumpang dari Bundaran HI bisa langsung menuju kawasan Kota tanpa transit di Stasiun Lebak Bulus atau Dukuh Atas.
PT MRT Jakarta belum merilis target pasti operasi komersial Fase 2A. Saat ini, pihaknya masih fokus pada penyelesaian struktur bawah tanah dan stasiun. “Kami akan terus update perkembangan proyek ini secara berkala kepada publik,” tambah Tuhiyyat.
Konstruksi Fase 2A merupakan bagian dari proyek induk MRT Jakarta yang ditargetkan membentang hingga Ancol dan Kecamatan Pademangan di fase selanjutnya. Publik masih dapat menikmati layanan MRT Jakarta Fase 1 rute Lebak Bulus hingga Bundaran HI.