MATARAM — Sebanyak 400 ribu bibit cabai gratis yang disiapkan Pemprov NTB melalui UPTD SMK PP Negeri Mataram mulai disalurkan ke sekolah-sekolah. Kepala SMK-PP Negeri Mataram, Sugiharta, M.Pd, Selasa (28/7/2026) mengatakan, penyaluran berjalan sesuai target. Seluruh SMA, SMK, dan SLB di Kota Mataram telah menerima bibit, disusul sekolah di Lombok Barat dan Lombok Utara.
Lombok Timur Jadi Wilayah dengan Serapan Terendah
Sugiharta mengakui masih ada sejumlah sekolah yang belum mengambil bibit, terutama di Lombok Timur. Sebagian sekolah memilih memproduksi bibit secara mandiri karena memiliki program keahlian agribisnis pertanian.
“Contohnya SMKN 1 Sakra yang memiliki program keahlian agribisnis pertanian. Mereka menyiapkan bibit sendiri sesuai kebutuhan. Jadi tidak semua sekolah bergantung pada bibit yang kami produksi,” jelasnya.
Bibit Siap Tanam, Panen Diharapkan Tepat saat Harga Cabai Naik
Bibit yang dibagikan berumur empat hingga lima minggu dengan tiga hingga empat helai daun, sehingga siap dipindahkan ke media tanam. Jika ditanam mulai Juli, panen diperkirakan berlangsung pada September hingga November — periode ketika harga cabai sering melonjak.
“Harapan pemerintah, saat terjadi potensi kelangkaan atau kenaikan harga cabai, sekolah sudah memiliki hasil panen sendiri sehingga bisa ikut membantu menekan inflasi,” kata Sugiharta.
Guru dan Siswa Bisa Bawa Bibit ke Rumah
Selain ditanam di lingkungan sekolah, bibit cabai juga diberikan kepada guru dan siswa untuk dibudidayakan di rumah masing-masing. Setiap siswa mendapat satu bibit, sementara sekolah dengan lahan luas bisa memperoleh jatah lebih banyak untuk ditanam langsung di tanah.
“Harapan Pemprov NTB, gerakan ini tidak hanya memberi manfaat bagi sekolah, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan guru, siswa, dan keluarga mereka,” ujarnya.
Pelatihan Budidaya untuk 61 Guru Sebelum Penyaluran
Untuk memastikan keberhasilan program, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB lebih dulu memberikan pelatihan budidaya cabai dalam polybag kepada 61 guru dari SMA, SMK, dan SLB. Beberapa sekolah bahkan datang langsung ke SMK-PP Negeri Mataram bersama kepala sekolah dan siswa untuk belajar teknik penanaman hingga perawatan.
“Kami ajarkan mulai dari penanaman hingga perawatan tanaman cabai. Keberhasilan budidaya sangat ditentukan oleh penyiraman, pemupukan, dan kecukupan media tanam,” kata Sugiharta.
Hasil Panen Bisa Dijual atau Dibagikan ke Wali Murid
Sugiharta mengatakan hasil panen nantinya dapat dimanfaatkan sesuai kebijakan masing-masing sekolah — baik dibagikan kepada guru, siswa, dan wali murid, maupun dijual sebagai sumber pendapatan sekolah. Apabila stok 400 ribu bibit habis tersalurkan, pihaknya akan kembali memproduksi bibit baru menjelang musim hujan sekitar Desember hingga Januari.