NUSA TENGGARA BARAT — Kalanick terus merangkul mantan koleganya di Uber untuk membangun Atoms. Setelah mengakuisisi startup otonom Pronto yang digawangi Anthony Levandowski, kini giliran Gautam Gupta yang bergabung sebagai CFO. Gupta adalah mantan kepala keuangan Uber di era kepemimpinan Kalanick.
Dalam unggahan di media sosial, Rabu (12/2), Gupta mengonfirmasi posisi barunya itu. Ia menghabiskan lebih dari empat tahun di Uber sebelum hengkang pada Juli 2017, beberapa pekan setelah Kalanick mundur sebagai CEO. Padahal, Gupta sudah mengumumkan niatnya keluar sejak Mei 2017.
Misi Menantang "Bos Terakhir": Alam
Kalanick menyebut putaran pendanaan ini sebagai "bisnis yang belum selesai". Ia ingin menuntaskan perjalanan dari dunia digital (bits) ke fisik (atoms) yang sempat dimulai di Uber dan CloudKitchens. Targetnya kini mencakup sektor pertambangan, makanan, dan transportasi.
"Bahan bakar untuk menyelesaikan alur cerita bits-to-atoms yang kami mulai di Uber, lanjutkan di CloudKitchens, dan akan kami selesaikan di Atoms," tulis Kalanick saat mengumumkan pendanaan itu bulan lalu.
Menariknya, Uber ikut hadir sebagai investor dalam putaran ini. Ini menjadi momen rekonsiliasi antara perusahaan ride-hailing tersebut dengan pendirinya yang dipecat pada 2017 setelah serangkaian skandal, termasuk tuduhan pelecehan seksual dan diskriminasi yang meluas. Uber enggan mengungkap nominal investasinya, tetapi The Information melaporkan angkanya mencapai USD 100 juta, dan TechCrunch mengonfirmasi kabar tersebut.
Keyakinan pada Visi Kalanick
Gupta bukan orang baru dalam lingkaran Kalanick. Ia adalah investor Uber pada 2012 saat masih menjabat wakil presiden di Goldman Sachs, lalu bergabung penuh pada 2013. Ia mendirikan firma modal ventura A* pada 2020 setelah tiga tahun di Opendoor. Melalui A*, Gupta menanamkan investasi terbesar dalam sejarah dana tersebut ke Atoms.
"Satu-satunya alasan terbesar saya bergabung adalah Travis. Saya percaya dia memiliki perpaduan ajaib antara kejeniusan dan intensitas yang membuat saya ingin bertaruh pada orangnya, bukan pasarnya," tulis Gupta. "Dia orang pertama yang masuk dan terakhir pulang, setiap hari. Menerobos tembok regulasi, serikat pekerja, birokrasi kota, dan lainnya. Jika dia tidak memelopori ride-sharing, saya rasa tidak ada orang lain yang memiliki ketangguhan untuk melewati satu demi satu kesulitan demi menciptakan pasar baru senilai ratusan miliar dari ketiadaan."
Gupta menyatakan mundur dari A* untuk fokus menjalankan peran barunya di Atoms, sesuai profil LinkedIn-nya.
Dengan modal segar dan jajaran petinggi berpengalaman, Atoms kini punya sumber daya untuk menantang sektor-sektor berat yang jarang tersentuh inovasi. Kalanick sendiri menggambarkan ambisinya untuk "melawan bos terakhir, yaitu Alam dan perlawanan sengitnya terhadap perubahan".