NUSA TENGGARA BARAT — Penurunan jumlah wisatawan tidak serta-merta menggerus pendapatan negara. Türkiye justru mencatatkan kenaikan belanja per wisatawan yang signifikan, menandakan pergeseran kualitas turis yang datang ke destinasi seperti Istanbul, Antalya, dan Cappadocia.
Ersoy merinci capaian ini dalam konferensi pers di Istanbul pada 31 Juli lalu. Menurut data resmi kementerian, rata-rata lama tinggal wisatawan meningkat 0,5 persen menjadi 10,01 malam per kunjungan. Adapun rata-rata pengeluaran per malam naik 2,6 persen menjadi USD109.
Konflik Timur Tengah dan Pergeseran Permintaan Pasar
Ersoy mengaitkan penurunan volume kunjungan dengan ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Pada paruh pertama 2025, Türkiye menerima 26,4 juta wisatawan, sementara periode yang sama tahun ini hanya 25,8 juta orang.
"Ketegangan regional di Timur Tengah serta ketidakpastian global telah mempengaruhi permintaan pariwisata pada paruh pertama tahun 2026," ujar Ersoy dalam keterangan tertulis yang diterbitkan Sabtu (8/8/2026).
Meski Türkiye tidak terlibat langsung dalam konflik, penutupan wilayah udara di sejumlah negara Timur Tengah berdampak pada arus penerbangan. Namun, Ersoy menegaskan seluruh bandara dan maskapai di Türkiye tetap beroperasi normal tanpa gangguan berarti.
Rusia, Jerman, dan Inggris Dominasi Pasar Sumber Wisatawan
Komposisi tiga pasar pemasok wisatawan terbesar tidak berubah dibanding tahun sebelumnya. Federasi Rusia menempati posisi pertama dengan 2,65 juta kunjungan, diikuti Jerman dengan 2,44 juta, dan Inggris dengan 1,58 juta wisatawan.
Kekuatan pasar Eropa dan Rusia ini menunjukkan bahwa Türkiye tetap menjadi destinasi pilihan utama bagi wisatawan jarak menengah. Sektor penerbangan yang menghubungkan kota-kota besar Eropa ke bandara-bandara Türkiye menjadi tulang punggung mobilitas wisatawan.
Proyeksi Pariwisata hingga Akhir Tahun
Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Türkiye optimistis kinerja sektor ini akan menguat pada semester kedua. "Kami telah memulai paruh kedua tahun ini dengan sangat baik, dan proyeksi kami saat ini menunjukkan kinerja yang akan jauh lebih kuat hingga akhir tahun," kata Ersoy.
Pernyataan itu mengindikasikan bahwa musim panas Eropa yang biasanya menjadi puncak kunjungan wisatawan ke Türkiye berjalan sesuai ekspektasi. Berbagai inisiatif strategis disebut Ersoy berhasil menjaga pendapatan tetap solid meskipun volume kunjungan turun tipis.
Pencapaian ini menjadi sinyal positif bagi industri perhotelan dan transportasi Türkiye yang sempat khawatir dengan dampak konflik regional terhadap okupansi hotel dan tingkat penerbangan.