MATARAM — Ratusan pengurus LDII dari delapan kabupaten dan dua kota di NTB telah tiba di Mataram untuk mengikuti Muswil VIII yang berlangsung di Gedung Sangkareang, Kantor Gubernur NTB. Ketua DPW LDII NTB, Abdullah A. Karim, menyebut kegiatan ini menjadi momentum evaluasi program sekaligus penentu arah kebijakan organisasi ke depan.
Mengusung tema "Membangun Sumber Daya Manusia Profesional Religius melalui Kolaborasi dan Sinergi Bersama Menuju NTB Makmur Mendunia", LDII memfokuskan pengabdiannya pada delapan klaster program utama. Klaster tersebut mencakup kebangsaan, dakwah dan keagamaan, pendidikan, ekonomi syariah, kesehatan alami, ketahanan pangan dan lingkungan, teknologi digital, serta energi baru terbarukan.
Apa Itu Program Pengelolaan Sampah Berbasis Masjid?
Salah satu gebrakan yang diusung dalam Muswil kali ini adalah menjadikan masjid, majelis taklim, dan pondok pesantren binaan sebagai pelopor gerakan "Masjid Bebas Sampah". Ketua Panitia Pengarah, M. Ramadhani, menjelaskan bahwa program ini tidak sekadar imbauan, melainkan dirancang secara sistematis melalui edukasi dan partisipasi jamaah.
"Penyelesaian masalah sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Harus dimulai dari rumah, dari masjid, dari komunitas. Kita gerakkan warga agar memilah sampah dan mengolahnya," ujar Ramadhani yang juga menjabat Sekretaris DPW LDII NTB.
Melalui PPSBM, masjid tidak hanya difungsikan sebagai pusat ibadah, tetapi juga pusat edukasi pengelolaan lingkungan. Jamaah akan dilatih disiplin memilah sampah dan mengembangkannya menjadi bank sampah di lingkungan masing-masing. Langkah ini dinilai strategis karena perubahan perilaku harus dimulai dari unit terkecil di masyarakat.
Delapan Program Prioritas dan Penguatan Kebangsaan
Ketua Umum DPP LDII, H. Dody Taufiq Wijaya, menegaskan bahwa delapan program pengabdian tersebut merupakan wujud kontribusi nyata organisasi dalam pembangunan nasional. Fokus utama tetap pada penguatan wawasan kebangsaan dengan menjaga komitmen terhadap NKRI, Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika.
"Kita harus menghormati hak pemeluk agama lain dan mampu hidup berdampingan dalam masyarakat. Model dakwah LDII juga dilakukan melalui keteladanan dan aksi atau dakwah bil hal," kata Dody.
Di bidang pembinaan generasi muda, LDII menekankan pembentukan karakter sejak usia dini. Targetnya mencetak generasi yang profesional, religius, dan berakhlakul karimah, sekaligus memiliki jiwa nasionalisme dan kepedulian lingkungan sebagai bekal menuju Indonesia Emas 2045.
Sebelum menutup rangkaian kegiatan, para peserta dijadwalkan mengikuti agenda utama Muswil di Gedung Sangkareang. Seluruh rangkaian acara dimulai sejak Senin (24/8) dengan pertemuan jajaran pengurus dan insan pers di Sunset Land, Kecamatan Sekarbela, sebagai ruang silaturahmi dan penyampaian visi organisasi.