Pencarian

Kisah Narsun, Agen BRILink di Bandung yang Daftarkan 7.215 Pekerja Informal ke BPJS Ketenagakerjaan

Sabtu, 29 Agustus 2026 • 09:01:31 WIB
Kisah Narsun, Agen BRILink di Bandung yang Daftarkan 7.215 Pekerja Informal ke BPJS Ketenagakerjaan
Narsun, agen BRILink di Bandung, berfoto di konternya yang melayani ribuan transaksi keuangan warga.

BANDUNG — Perjalanan Narsun sebagai agen BRILink tidak dimulai dari ruangan kantor yang megah, melainkan dari sebuah rumah kontrakan sederhana di Kota Kembang. Sejak 2007, ia merintis usaha konter pulsa dan penjualan telepon genggam dengan modal seadanya. Kini, hampir dua dekade kemudian, usahanya berkembang menjadi simpul layanan keuangan dan jaminan sosial bagi ribuan warga.

Pria yang telah menjalin hubungan dengan BRI sejak 2002 ini mengaku awalnya tidak tertarik saat pertama kali ditawari menjadi agen BRILink pada 2014. "Sebenarnya saya tidak terlalu mengerti dan kurang tertarik karena transaksi awal cuma sedikit, bisa dihitung jari," ujarnya mengenang awal kerja samanya dengan BRI Unit Bandung Naripan.

Dari Pekerjaan Sampingan Menjadi Agen Kategori Juragan

Keputusan Narsun untuk serius mengelola BRILink Agen berubah setelah ia mengikuti gathering yang digelar BRI. Ia melihat langsung bagaimana agen-agen berprestasi mendapatkan apresiasi atas kerja keras mereka. "Di sana ada pembuktian, banyak yang dapat hadiah seperti emas dan TV. Saya jadi merasa tertantang dan termotivasi karena luar biasa hadiahnya," cerita Narsun.

Sejak saat itu, ia tidak lagi menganggap BRILink sebagai layanan tambahan di konternya. Berkat volume transaksi yang terus meningkat, Narsun kini menyandang status agen "Juragan", kategori level atas dengan performa unggulan. Dalam sebulan, konternya pernah melayani rata-rata 3.840 transaksi.

Strategi Jemput Bola dan Grup WhatsApp untuk 500 Warga

Kunci keberhasilan Narsun bukan hanya menunggu pelanggan datang. Sejak 2015, ia aktif menerapkan sistem jemput bola dengan mendatangi rumah warga yang ingin membayar tagihan listrik atau melakukan transfer uang. Pendekatan ini memperluas basis pelanggannya secara signifikan.

Seiring berkembangnya teknologi, ia membangun grup WhatsApp yang kini beranggotakan hampir 500 warga. Grup tersebut tidak hanya menjadi sarana menawarkan layanan, tetapi juga ruang berbagi informasi. "Biar mereka tidak bosan, saya kasih kuis. Informasi apa pun ada di situ," terangnya.

Menembus Penolakan Sosialisasi Demi Perlindungan Pekerja Informal

Upaya Narsun mengenalkan BPJS Ketenagakerjaan tidak selalu mulus. Saat pertama kali menawarkan pendaftaran kepada 10 orang, kelurahan setempat sempat menolak ajakannya mengadakan sosialisasi karena menganggap seluruh warga telah terlindungi pemerintah. Narsun tidak menyerah. Ia menjelaskan bahwa pedagang kecil dan pelaku UMKM yang tergolong pekerja bukan penerima upah (BPU) justru menghadapi risiko kerja dan membutuhkan akses jaminan sosial.

Penjelasan itu akhirnya diterima. Pihak kelurahan memberi ruang bagi Narsun untuk menggelar sosialisasi resmi. Kegigihannya membuahkan hasil: 7.215 pekerja BPU kini terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan melalui konternya.

Ribuan Pekerja Kini Punya Akses JKK, JKM, dan JHT

Melalui kepesertaan tersebut, ribuan pekerja informal di Bandung memperoleh akses terhadap tiga program utama: Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), dan Jaminan Hari Tua (JHT). Perlindungan ini menjadi jaring pengaman finansial bagi mereka yang bekerja di sektor informal yang selama ini rentan terhadap risiko.

Narsun menilai dukungan dari BRI menjadi faktor penting dalam perjalanannya. "Mereka berdua sangat memperhatikan keluhan dan masukan saya," ungkapnya soal perhatian para petugas BRI terhadap agen di lapangan. Berkat konsistensinya, hampir setiap tahun sejak 2015, Narsun menerima penghargaan melalui berbagai program apresiasi BRI.

Follow kliklombok.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: radarlombok.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks