MATARAM — Wisudawan UNBIM Mataram tahun ini datang dari berbagai daerah di Pulau Lombok, Pulau Sumbawa (Bima dan Dompu), Bali, hingga Nusa Tenggara Timur. Kelima program studi yang meluluskan mereka adalah Farmasi, Teknologi Laboratorium Medis, Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak, serta Pengelolaan Arsip dan Rekaman Informasi.
Rektor UNBIM Mataram, Dr. Apt. Ajeng Dian Pertiwi, menyebut seluruh rangkaian wisuda berjalan lancar. Pihaknya memberi apresiasi khusus kepada orang tua dan wali yang mendampingi para lulusan sampai menyelesaikan pendidikan.
"Alhamdulillah semua berjalan dengan baik dan sukses. Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh orang tua atau wali yang telah mendampingi putra-putrinya hingga menyelesaikan pendidikan jenjang S1 dan D3," ujar Ajeng saat ditemui awak media selepas acara wisuda.
Lima Program Studi yang Diarahkan ke Dunia Kerja
Ajeng menegaskan kelima program studi yang dimiliki UNBIM merupakan bidang yang dibutuhkan pasar kerja. Kampus menjalin kerja sama penyerapan lulusan dengan sejumlah instansi di NTB.
Mitra yang sudah berkomitmen menampung lulusan antara lain Rumah Sakit Patut Patuh Patju (RS Tripat) dan Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi NTB. Pemerintah Kabupaten Lombok Barat juga menyatakan kebutuhan tenaga profesional di bidang kearsipan.
"Kelimanya merupakan program studi yang sangat dibutuhkan. Kami sudah bekerja sama untuk penyerapan lulusan yang siap kerja, seperti di RS Patut Patuh Patju, RSUP, dan Pemkab Lombok Barat yang membutuhkan profesi arsiparis," jelas Ajeng.
Tiga Akademisi Filipina Diajak Mengajar dan Riset Bersama
Kerja sama internasional menjadi bagian lain dari Wisuda Ke-2 UNBIM Mataram. Kampus menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan tiga akademisi asal Filipina, yakni Prof. Jurel, Dr. Mortal, dan Dr. Grace. Penandatanganan itu turut melibatkan enam perguruan tinggi swasta lainnya.
Ketiga dosen Filipina tersebut juga tercatat sebagai dosen UNBIM dan akan mengajar perkuliahan, baik secara daring maupun luring. Cakupan kerja sama meliputi pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, mulai dari pengajaran, penelitian bersama (joint research), hingga pengabdian masyarakat.
"Ketiga dosen dari Filipina tersebut juga merupakan dosen kami yang akan mengajar perkuliahan, baik secara daring maupun luring. Selain itu, ada kolaborasi joint research untuk publikasi internasional bereputasi Scopus, serta pengadopsian program pengabdian masyarakat yang telah kami laksanakan," pungkas Ajeng.
Sejalan dengan Konsep Kampus Berdampak
Langkah kolaboratif ini sejalan dengan visi Kemdiktisaintek mengenai konsep kampus berdampak. Konsep itu menekankan kontribusi nyata perguruan tinggi bagi pengembangan pendidikan tinggi, bukan sekadar kegiatan akademik rutin.
Bagi UNBIM Mataram, wisuda tahun kedua menjadi titik tolak perluasan jejaring. Penyerapan lulusan di instansi kesehatan dan pemerintah daerah di NTB berjalan bersamaan dengan penguatan riset lewat publikasi internasional bereputasi Scopus.