NUSA TENGGARA BARAT — Suporter Madura United memadukan jersey kebanggaan dengan sarung dan songkok hitam saat laga melawan Persib Bandung di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, Kamis (22/10/2026). Penampilan khas itu menjadi cara mereka merayakan Hari Santri Nasional yang jatuh pada tanggal yang sama.
Kombinasi pakaian itu bukan tanpa alasan. Penampilan khas tersebut menjadi cara suporter ikut merayakan Hari Santri Nasional yang diperingati setiap 22 Oktober.
Imbauan Madura United Sebelum Laga
Atribut sarung dan songkok hitam yang identik dengan santri ternyata bukan inisiatif suporter semata. Pihak Madura United lebih dulu mengimbau para pendukung untuk datang ke stadion dengan pakaian tersebut.
Imbauan itu disambut antusias. Tribun stadion dipenuhi suporter yang memadukan identitas klub dengan nuansa keagamaan dalam satu momen pertandingan.
Jersey Klub Tetap Jadi Identitas Utama
Meski menambahkan sarung dan songkok, suporter tidak melepas jersey Madura United. Jersey kebanggaan tim tetap dikenakan sebagai penanda dukungan kepada skuad asuhan pelatih pada laga melawan Persib.
Perpaduan itu menciptakan suasana khas di stadion. Nuansa religius bertemu dengan atmosfer sepak bola yang biasanya identik dengan yel-yel dan kibaran bendera klub.
Hari Santri dan Sepak Bola Madura
Hari Santri Nasional diperingati setiap 22 Oktober. Di Pamekasan dan wilayah Madura pada umumnya, tradisi pesantren merupakan bagian kuat dari kehidupan masyarakat sehari-hari.
Karena itu, momen peringatan Hari Santri terasa dekat dengan suporter Madura United. Stadion menjadi ruang pertemuan antara kecintaan pada sepak bola dan penghormatan pada tradisi santri.
Laga melawan Persib Bandung sendiri menjadi salah satu pertandingan yang dinantikan pendukung tuan rumah. Kehadiran suporter bersarung dan bersongkok menambah warna pada pertandingan tersebut.
Suasana Tribun yang Berbeda
Pemandangan di tribun Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan menjadi dokumentasi tersendiri bagi sepak bola Indonesia. Suporter datang dengan atribut yang jarang terlihat di laga liga biasa.
Sarung dan songkok hitam yang dipadukan dengan jersey klub menunjukkan bahwa identitas budaya dan dukungan tim bisa berjalan bersamaan. Suasana unik dan keseruan suporter Madura United merayakan Hari Santri bisa disaksikan langsung dari stadion.