Pencarian

BPS NTB Sebut Program Desa Berdaya Beri Bantuan Rp 7 Juta per KK, Ini Syarat agar Mampu Tekan Kemiskinan

Jumat, 23 Oktober 2026 • 09:31:01 WIB
BPS NTB Sebut Program Desa Berdaya Beri Bantuan Rp 7 Juta per KK, Ini Syarat agar Mampu Tekan Kemiskinan
Kepala BPS NTB Wahyudin menilai keberhasilan Desa Berdaya perlu diukur dari perubahan pendapatan dan kemandirian penerima manfaat.

MATARAM — Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Barat menilai keberhasilan Desa Berdaya tidak cukup diukur dari jumlah bantuan yang tersalurkan. Perubahan pendapatan keluarga, keberlanjutan usaha, dan kemampuan penerima manfaat keluar dari kemiskinan disebut sebagai ukuran yang lebih penting.

Kepala BPS NTB Wahyudin menyampaikan pandangan tersebut di Mataram. Menurut dia, program unggulan Pemprov NTB itu dapat memberikan dampak positif terhadap pengentasan kemiskinan jika pelaksanaannya sesuai dengan tujuan yang direncanakan pemerintah daerah.

Bantuan Rp 7 Juta per KK untuk Usaha Produktif, Bukan Konsumsi

Dalam skema yang disampaikan pemerintah provinsi, masyarakat miskin ekstrem memperoleh bantuan sekitar Rp 7 juta per kepala keluarga untuk mengembangkan usaha produktif. Penerima juga mendapat pendampingan agar usaha yang dijalankan dapat berkembang.

Wahyudin menyebut orientasi bantuan inilah yang membedakan Desa Berdaya dengan bantuan sosial pada umumnya. Warga tidak sekadar menerima bantuan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi, tetapi didorong membangun sumber penghasilan yang berkelanjutan.

"Ini bantuan untuk usaha produktif, bukan untuk konsumsi. Mereka diajarkan untuk mandiri," jelasnya.

Pendampingan direncanakan berlangsung selama dua tahun. Jangka waktu itu dinilai cukup untuk membantu warga mengembangkan usaha, memperbaiki pengelolaan ekonomi keluarga, hingga mampu menjalankan usaha secara mandiri.

Mengapa Pendampingan Jadi Penentu Keberhasilan

Wahyudin menilai pendampingan menjadi bagian penting untuk memastikan bantuan benar-benar menghasilkan perubahan ekonomi bagi keluarga penerima manfaat. Tanpa pengawalan, program berisiko berhenti pada penyaluran bantuan saja.

"Kalau benar-benar dilaksanakan sesuai dengan apa yang disampaikan pemerintah provinsi, dampaknya akan bagus sekali," ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan program bergantung pada konsistensi pelaksanaan di lapangan. Pembinaan yang berjalan penuh selama dua tahun diharapkan membuat penerima manfaat mampu berdiri sendiri.

"Kalau konsisten, selama dua tahun dibina, insyaallah ke depan mereka bisa mandiri," katanya.

BPS NTB Dilibatkan dalam Pelatihan Pendamping Desa

BPS NTB turut dilibatkan dalam pelatihan pendamping desa, terutama untuk mendukung proses identifikasi dan evaluasi program. Keterlibatan itu diharapkan membuat pelaksanaan Desa Berdaya lebih terarah dan sesuai kondisi masyarakat sasaran.

Wahyudin menyebut program Desa Berdaya mencakup desa-desa yang masuk dalam skema transformatif maupun tematik. Kedua skema memiliki cakupan berbeda sehingga pelaksanaannya perlu disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing desa.

Menurutnya, pengawalan sejak awal menjadi salah satu faktor penting agar program tidak berhenti pada penyaluran bantuan. "Kalau memang benar-benar dikawal dengan baik, program itu juga cukup bagus," ujarnya.

Dengan bantuan produktif, pendampingan berkelanjutan, dan evaluasi terukur, Desa Berdaya diharapkan membantu keluarga miskin meningkatkan pendapatan serta memperkuat kemampuan ekonomi mereka.

Follow kliklombok.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ekbisntb.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks