MATARAM — Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal meminta seluruh pekerjaan di ruas Jalan Lenangguar-Lunyuk, Kabupaten Sumbawa, selesai pada akhir Mei 2026. Ia meninjau langsung titik-titik rawan longsor, sistem drainase, dan proses penguatan lereng yang masih berlangsung di lapangan.
“Tanggal 30 Mei ini harus bisa selesai semua. Jangan sampai lewat lagi. Akhir bulan ini harus sudah siap,” tegas Iqbal dalam keterangan yang diterima di Mataram, Minggu.
Proyek ini merupakan bagian dari program long segment jalan provinsi di Sumbawa. Total anggaran yang dialokasikan melalui APBD Provinsi NTB mencapai Rp 19 miliar. Ruas ini menjadi penghubung utama wilayah selatan Sumbawa, menopang mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian antarwilayah.
Di lapangan, Gubernur menyoroti kondisi lereng yang labil sebagai penyebab utama kerusakan badan jalan. Longsor kerap menimbun aspal dan mengganggu akses masyarakat. “Kalau melihat struktur jalan di sini, persoalan utamanya ada pada lereng yang labil,” ujarnya saat meninjau salah satu titik longsor.
Iqbal menilai banyak kerusakan jalan selama ini terjadi akibat minimnya saluran air dan lemahnya antisipasi terhadap potensi longsor. Ia meminta desain jalan ke depan wajib menyertakan sistem drainase dan analisis risiko geografis. “Sekarang ini drainase wajib dalam desain jalan. Jangan hanya membangun badan jalannya saja,” kata Iqbal.
Gubernur menekankan bahwa pembangunan jalan tidak bisa lagi hanya berfokus pada pengaspalan. Aspek mitigasi bencana, karakter geografis, dan perhitungan aliran air harus menjadi bagian dari perencanaan. Ia meminta pengawas jalan tidak hanya memantau permukaan aspal, tetapi juga menghitung potensi kerusakan di sisi kiri dan kanan ruas jalan.
“Kalau kerusakan ditangani sejak awal, biayanya tidak besar. Tapi kalau dibiarkan sampai parah, anggarannya bisa ratusan juta bahkan miliaran rupiah,” ujarnya.
Iqbal secara khusus meminta percepatan penanganan di salah satu titik badan jalan yang dinilai membahayakan kendaraan pengangkut hasil panen. “Ini berbahaya untuk pengendara, apalagi saat panen raya ketika truk pengangkut hasil pertanian melintas. Kalau bisa besok sudah mulai persiapan dan minggu depan mulai dikerjakan,” katanya.
Menindaklanjuti arahan tersebut, jajaran teknis Dinas PUPR NTB memastikan percepatan pekerjaan terus dilakukan di lapangan. Selain itu, Iqbal berkomitmen memperkuat sistem pemeliharaan jalan provinsi melalui dukungan anggaran dan pengadaan alat pemeliharaan secara bertahap. “Lebih baik anggaran kita dipakai membuka keterhubungan wilayah dan memperlancar mobilitas masyarakat serta distribusi hasil pertanian,” pungkasnya.