PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI memfasilitasi UMKM binaannya, Casa Grata, untuk unjuk gigi dalam ajang Food & Hospitality Asia (FHA) 2026 di Singapura pada 21-24 April 2026. Langkah ini merupakan bagian dari strategi perseroan mendorong produk lokal menembus rantai pasok global melalui kurasi dan pemberdayaan terstruktur. Partisipasi ini diharapkan mampu memperluas akses pasar camilan sehat Indonesia ke level internasional secara konkret.
Ajang Food & Hospitality Asia (FHA) 2026 di Singapura menjadi panggung krusial bagi Casa Grata untuk memvalidasi kualitas produknya di mata dunia. Selama empat hari pameran, produsen camilan sehat ini aktif melakukan product showcasing dan sesi sampling untuk menjaring respons langsung dari pembeli mancanegara. Interaksi ini bukan sekadar promosi, melainkan langkah strategis memetakan preferensi konsumen di pasar luar negeri.
Uji Pasar di Singapura hingga Australia
Melalui partisipasi di FHA 2026, Casa Grata berhasil mengantongi data penting mengenai selera pasar dari berbagai negara, mulai dari Singapura, Thailand, China, hingga Australia. Masukan dari para calon mitra bisnis ini menjadi basis data bagi perusahaan untuk menyusun strategi pengembangan produk dan pendekatan pasar yang lebih akurat. Fokusnya adalah membuktikan bahwa camilan sehat berbasis nabati tetap bisa memiliki cita rasa yang kuat.
Co-founder dan CEO Casa Grata, Jane Tanuwijaya, mengungkapkan bahwa tantangan terbesar sejak awal berdiri adalah mengedukasi pasar mengenai konsep gluten-free dan vegan. Banyak konsumen masih menganggap makanan sehat identik dengan rasa yang hambar. Di FHA 2026, Casa Grata berupaya mematahkan persepsi tersebut dengan menyodorkan varian unggulan seperti onion garlic crackers dan chocolate cookies.
“Kami ingin mengubah cara pandang masyarakat terhadap makanan sehat, bahwa healthy food tidak harus mengorbankan rasa. Ngemil tetap bisa menjadi bagian dari gaya hidup yang lebih mindful dan seimbang,” ujar Jane. Baginya, pameran internasional ini adalah sarana efektif untuk mempertemukan visi gaya hidup sehat dengan peluang bisnis global.
Dari Dapur Rumah ke Skala Belasan Ribu Unit
Perjalanan Casa Grata dimulai dari skala rumahan yang memanfaatkan bahan baku lokal Indonesia. Kini, usaha tersebut telah bertransformasi menjadi produsen camilan sehat yang mampu memproduksi hingga belasan ribu unit setiap bulan. Ekspansi pasarnya pun tidak lagi terbatas pada media sosial dan marketplace, tetapi sudah merambah ke modern trade, jaringan toko mitra, hingga distributor luas.
Direktur Commercial Banking BRI, Alexander Dippo Paris Y.S., menjelaskan bahwa kehadiran UMKM binaan di pameran internasional adalah bagian dari mandat BRI untuk menyiapkan pelaku usaha agar mampu bersaing di level global. BRI menerapkan proses kurasi yang ketat untuk memastikan UMKM yang dikirim memiliki kesiapan bisnis yang mumpuni, baik dari sisi mutu produk maupun kapasitas produksi.
“Partisipasi Casa Grata dalam FHA mencerminkan bagaimana UMKM binaan BRI mampu berkembang dan menunjukkan daya saingnya di pasar internasional. Melalui proses kurasi dan pemberdayaan yang terstruktur, BRI memastikan pelaku usaha tidak hanya memiliki produk yang berkualitas, tetapi juga kesiapan bisnis yang memadai untuk memenuhi kebutuhan pasar global,” tegas Alexander Dippo.
Ekosistem Pemberdayaan untuk Rantai Pasok Global
Keberhasilan Casa Grata menembus pasar Singapura merupakan hasil dari pendampingan panjang dalam ekosistem BRI. Melalui program seperti Growpreneur dan Pengusaha Muda BRILiaN, pelaku usaha mendapatkan pembekalan komprehensif mulai dari penguatan model bisnis, strategi merek, hingga teknis kesiapan produksi untuk ekspor. Program ini dirancang agar UMKM tidak hanya jago di kandang, tapi juga siap masuk ke rantai pasok global.
Jane mengakui bahwa dukungan BRI memberikan dampak yang melampaui sekadar pembinaan teori. Akses jejaring (networking) dan eksposur internasional yang diberikan menjadi katalis pertumbuhan bagi Casa Grata. BRI diposisikan bukan hanya sebagai penyedia modal, melainkan mitra strategis yang membuka pintu peluang di pasar yang lebih kompetitif.
Melalui keterlibatan aktif di ajang internasional seperti FHA 2026, BRI mempertegas perannya dalam mendorong transformasi UMKM Indonesia. Langkah ini menjadi sinyal bahwa produk lokal memiliki potensi besar untuk mengisi ceruk pasar gaya hidup sehat di kancah global jika didukung dengan ekosistem pemberdayaan yang tepat dan berkelanjutan.