Pencarian

Pertumbuhan Lotim 4,93 Persen Tertinggi se-NTB, Gini Ratio Terjaga

Senin, 11 Mei 2026 • 14:38:01 WIB
Pertumbuhan Lotim 4,93 Persen Tertinggi se-NTB, Gini Ratio Terjaga
Pertumbuhan ekonomi Lombok Timur mencapai 4,93 persen, tertinggi di NTB pada 2025.

SELONG — Angka itu diumumkan Sekretaris Daerah Lombok Timur, H.M. Juaini Taofik, dalam diskusi peringatan 30 Tahun Hari Otonomi Daerah bersama Forum Jurnalis Lombok Timur di Selong, Sabtu (9/5/2026) malam. Ia menyebut pertumbuhan ini tidak lepas dari derasnya aliran program pusat yang masuk ke daerah.

“Tahun 2025, uang yang beredar lebih besar dibanding 2024. Program Makan Bergizi Gratis mengucurkan sekitar Rp 3,6 triliun dengan rata-rata belanja Rp 50 juta tiap dapur, dikalikan 200 jumlah dapur se-Lotim. Jumlah itu bahkan lebih besar dari APBD yang Rp 3,1 triliun,” ujar Juaini yang akrab disapa Kak Ofik.

Pertumbuhan Tidak Diikuti Kesenjangan Lebar

Fakta menarik lainnya, pertumbuhan tinggi tidak membuat ketimpangan membengkak. Indeks Gini Ratio Lombok Timur berada di angka 0,267 — nomor dua terbaik setelah Lombok Utara. Bandingkan dengan Kota Mataram yang mencapai 0,404.

“Semakin mendekati angka 1, berarti ketimpangan tinggi. Gini Ratio Lotim sangat menggembirakan. Antara pertumbuhan ekonomi dan pemerataan berjalan sejalan,” kata Kepala Bagian Tata Usaha BPS Lotim, Zainul Irfan.

Sektor Pertanian Dominan, Industri Makanan Tumbuh Pesat

Sektor pertanian masih menjadi penyumbang terbesar dengan share 26,7 persen. Namun, pendorong utama pertumbuhan tahun ini justru berasal dari industri makanan dan minuman — termasuk di dalamnya program Makan Bergizi Gratis. Lombok Timur mencatat progres pendirian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi terbanyak se-Indonesia, sudah lebih dari 200 unit.

Dua sektor lain yang tumbuh signifikan: penyediaan akomodasi makan minum naik 9,85 persen didorong tingginya hunian hotel, serta pengadaan listrik dan reparasi mobil yang tumbuh masing-masing 6,35 persen dan 6,68 persen.

Fenomena Unik: Jemaah Umrah Naik 115 Persen

Sekda Juaini mengungkapkan faktor lain yang ikut menggerakkan ekonomi lokal: peningkatan jemaah umrah. “Jemaah umrah dari 2024 ke 2025 meningkat 115 persen. Ada pengeluaran signifikan yang masuk ke perekonomian Lotim,” jelasnya.

Meski pertumbuhan ekonomi membaik, angka kemiskinan Lombok Timur masih tercatat 13,63 persen. Dosen Universitas Teknologi Mataram, Lalu Muhammad Kabul, mengingatkan bahwa data bersifat rata-rata sehingga kebijakan harus terukur. “Desil I (sangat miskin), desil II (miskin), desil III (hampir miskin), dan desil IV (rentan miskin) perlu perhatian khusus,” pungkasnya.

Bagikan
Sumber: ekbisntb.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks