NUSA TENGGARA BARAT — Data Bloomberg menunjukkan bahwa rupiah dibuka pada level Rp17.489 per dolar AS dan mengalami penurunan sebesar 89 poin pada pukul 9.45 WIB. Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, mencatat bahwa pelemahan ini mencerminkan sentimen pasar yang negatif, terutama terkait meredupnya harapan perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran, yang berdampak pada harga minyak.
Berbagai mata uang di Asia juga mengalami pelemahan. Di antaranya:
Sementara itu, dolar Hong Kong tercatat menguat 0,01 persen terhadap dolar AS. Mata uang utama negara maju juga mengalami penurunan, seperti euro yang turun 0,17 persen dan poundsterling Inggris yang melemah 0,18 persen.
Menurut Lukman, pengumuman MSCI yang diperkirakan tidak memberikan kabar positif bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga menambah tekanan pada rupiah. "Investor saat ini menantikan data penjualan ritel Indonesia yang akan dirilis siang ini, yang bisa memberikan petunjuk lebih lanjut tentang kondisi ekonomi domestik," ujarnya.
Lukman memperkirakan bahwa rupiah akan bergerak dalam rentang Rp17.350 hingga Rp17.500 per dolar AS pada perdagangan hari ini. Dengan berbagai faktor eksternal dan domestik yang mempengaruhi, pelaku pasar diimbau untuk tetap waspada terhadap fluktuasi nilai tukar.
Fakta Singkat: