Pencarian

PLN EPI Tanam 2.500 Pohon Cemara Udang di Pantai Induk Lombok, Bentengi Pesisir dari Abrasi yang Mengancam Permukiman

Selasa, 12 Mei 2026 • 16:57:01 WIB
PLN EPI Tanam 2.500 Pohon Cemara Udang di Pantai Induk Lombok, Bentengi Pesisir dari Abrasi yang Mengancam Permukiman
PLN EPI tanam 2.500 pohon cemara udang di Pantai Induk Lombok untuk cegah abrasi pesisir.

GERUNG — Ribuan pohon cemara udang ditanam di kawasan pesisir Pantai Induk Lombok, Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Lombok Barat. Langkah ini merupakan respons atas abrasi yang dalam beberapa tahun terakhir telah mendekati permukiman warga dan meredupkan aktivitas wisata di pantai yang dulu menjadi tujuan utama masyarakat Lombok Barat itu.

Kegiatan bertajuk MenEPI untuk Bumi 2026 ini melibatkan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), komunitas pesisir, dan masyarakat setempat. Total 2.500 bibit cemara udang ditanam di sepanjang garis pantai yang terancam.

Mengapa Cemara Udang Jadi Pilihan?

Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan menjelaskan, pohon cemara udang dipilih bukan tanpa alasan. Jenis tanaman ini memiliki akar yang mampu menahan abrasi, meredam terpaan angin pesisir, dan memperkuat ketahanan pantai terhadap gelombang laut.

"Sebagai perusahaan yang mengelola rantai pasok energi primer untuk kelistrikan Indonesia, kami memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa kehadiran infrastruktur energi di wilayah pesisir juga dibarengi dengan perlindungan ekosistemnya," ujar Mamit, Selasa (12/5/2026).

Abrasi yang Mengubah Wajah Wisata

Camat Gerung, Fitriati Wahyuni, mengungkapkan abrasi di kawasan Pantai Induk Lombok sudah sangat mengkhawatirkan. Garis pantai terus mundur dan mendekati pemukiman. Kondisi ini membuat kawasan yang dulu ramai dikunjungi wisatawan itu perlahan sepi.

"Dulu pantai ini menjadi tujuan wisata utama masyarakat Gerung dan Lombok Barat. Namun akibat abrasi, kawasan ini perlahan mengalami penurunan aktivitas wisata," kata Fitriati.

Ia menilai program penanaman pohon ini bukan sekadar konservasi, melainkan juga upaya menghidupkan kembali ekonomi warga. "Kalau tempat wisata tumbuh kembali, UMKM juga akan bergerak dan dampaknya pada kesejahteraan masyarakat," terangnya.

Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci

Kepala BLUD Balai Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Wilayah Lombok, Abdul Wahab, menekankan pentingnya kolaborasi. Menurutnya, keterbatasan anggaran pemerintah daerah membuat dukungan dari pihak swasta seperti PLN EPI menjadi vital.

"Kami sangat mengapresiasi dukungan PLN EPI terhadap konservasi pesisir. Program seperti ini penting untuk menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan dan perikanan bagi generasi mendatang," kata Abdul Wahab.

Ketua Pokdarwis Desa Taman Ayu, Sahlandi, berharap pemulihan kawasan pesisir bisa mengembalikan kejayaan Pantai Induk Lombok. "Harapan kami ke depan, Pantai Induk Lombok ini bisa semakin ramai dikunjungi wisatawan sehingga manfaat ekonominya juga dirasakan masyarakat," jelasnya.

Jeranjang: Titik Strategis Energi dan Ekosistem

Mamit menambahkan, Jeranjang memiliki posisi strategis dalam rantai pasok energi primer nasional. PLN EPI menjadi pemasok biomassa untuk PLTU Jeranjang yang menopang sekitar 20 persen kebutuhan listrik Pulau Lombok. Program ini menjadi bentuk tanggung jawab perusahaan untuk memastikan infrastruktur energi tidak mengorbankan alam.

"Melalui kolaborasi konservasi pesisir ini, PLN EPI menegaskan bahwa ketahanan energi dan kelestarian lingkungan harus berjalan beriringan karena menjaga bumi hari ini adalah investasi untuk keberlanjutan energi dan kehidupan generasi masa depan," pungkas Mamit.

Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks