ISNU NTB Resmi Dilantik, Zamroni Aziz Siap Bentuk Kepengurusan hingga ke Seluruh Kabupaten Kota

Penulis: Wendra Kusuma  •  Rabu, 13 Mei 2026 | 21:25:16 WIB
Zamroni Aziz resmi dilantik sebagai Ketua PW ISNU NTB dengan komitmen membentuk kepengurusan hingga tingkat kabupaten dan kota.

MATARAM — PW ISNU NTB memastikan organisasi tidak hanya berhenti di tingkat provinsi. Sejumlah tokoh strategis di daerah disebut telah siap memimpin kepengurusan cabang di masing-masing wilayah.

Tokoh Daerah Isi Kepengurusan Cabang

Zamroni Aziz mengungkapkan, kepengurusan ISNU di berbagai kabupaten dan kota diisi oleh tokoh-tokoh penting. Di Lombok Utara, kursi ketua cabang dijabat oleh seorang sekretaris daerah. Sementara di Kabupaten Bima, pimpinan DPRD setempat yang akan memegang kendali.

"Alhamdulillah sebelum kami dilantik, seluruh kabupaten kota sudah luar biasa gemuruhnya. Kami sudah menyiapkan ketua-ketua cabang yang hebat-hebat," ujar Zamroni di Mataram, Rabu (13/05).

Merangkak Semua Unsur: Birokrat, Akademisi, hingga Politisi Lintas Partai

Menurut Zamroni, ISNU NTB hadir sebagai rumah bersama bagi seluruh unsur masyarakat tanpa memandang latar belakang politik maupun profesi. Komposisi kepengurusan saat ini disebut sangat beragam, mulai dari birokrat, akademisi, pengusaha, hingga politisi dari berbagai partai.

"ISNU hari ini mengakomodir seluruh unsur di dalamnya. Ada birokrat, akademisi, pengusaha, politisi dan tokoh masyarakat," katanya.

Ia menyebut sejumlah kader dari Partai Golongan Karya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Persatuan Pembangunan, Partai NasDem, dan Partai Bulan Bintang telah bergabung. Kalangan akademisi dari UIN Mataram, Universitas Mataram, Universitas Nahdlatul Wathan, Universitas Islam Al-Azhar, Universitas Pendidikan Mandalika, hingga Universitas Gunung Rinjani juga turut meramaikan kepengurusan.

Fokus Penataan Organisasi dan Kontribusi untuk Daerah

Setelah pelantikan, fokus utama PW ISNU NTB adalah melakukan penataan organisasi agar semakin solid di semua tingkatan. Zamroni menambahkan, pengabdian di ISNU bukan sekadar menjalankan struktur, melainkan bagian dari ikhtiar mencari keberkahan dalam berkhidmat di lingkungan Nahdlatul Ulama.

"Kami yakin ketika bergabung bersama-sama, maka ISNU akan mampu berbuat untuk daerah, bangsa dan negara," tegasnya.

Ketua Umum ISNU: Kawal Transformasi Menuju Indonesia Emas 2045

Sementara itu, Ketua Umum ISNU, Phil Kamaruddin Amin, mengajak seluruh kader untuk mengambil peran aktif dalam mengawal transformasi Indonesia menuju cita-cita Indonesia Emas 2045. Ia mengaku bersyukur melihat semangat dan optimisme pengurus ISNU NTB.

"Saya merasa bersyukur di NTB ini melihat semangat dan antusiasme sahabat-sahabat pengurus ISNU NTB. Semoga ISNU ke depan bisa berkontribusi mengawal transformasi Indonesia menuju Indonesia Emas 2045," ujarnya.

Kamaruddin mengingatkan bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan besar, mulai dari geopolitik global, perubahan iklim, hingga persoalan dalam negeri seperti kemiskinan ekstrem, stunting, dan ketahanan keluarga. Ia menyebut masih ada sekitar 28 juta penduduk miskin dan 19 persen anak Indonesia mengalami stunting.

"ISNU tidak boleh menjadi menara gading. Bangsa ini harus dibangun berbasis ilmu pengetahuan. ISNU adalah entitas berkumpulnya orang-orang yang memiliki expertise, pengetahuan dan pengalaman," pungkasnya.

Reporter: Wendra Kusuma
Sumber: radarmandalika.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top