Prabowo Tutup 240 BUMN Bermasalah, Garuda Indonesia Mulai Cetak Untung Usai Puluhan Tahun Merugi

Penulis: Valdi Pratama  •  Senin, 13 Juli 2026 | 11:04:01 WIB
Presiden Prabowo mengumumkan penutupan 240 BUMN yang dinilai tidak efisien hingga Juli 2026.

NUSA TENGGARA BARAT — Langkah tegas pemerintah dalam merampingkan jumlah badan usaha milik negara (BUMN) terus berlanjut. Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan, hingga akhir Juli 2026, sudah 240 perusahaan pelat merah yang ditutup karena dinilai tidak efisien dan membebani keuangan negara. Angka ini akan terus bertambah.

"Nanti akhir Juli ini akan 250 BUMN kita tutup. Desember 2026 akan tutup jumlahnya 800 BUMN, yang tidak efisien, yang tidak pernah untung, yang merugi terus kita tutup," ujar Presiden saat meresmikan pembangunan Bendungan Meninting di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/7/2026).

Efisiensi Rp70 Triliun dari Gaji Direksi hingga Biaya Overhead

Dari proses pembenahan struktur itu, pemerintah mengklaim telah menghemat anggaran dalam jumlah signifikan. Penghematan sebesar Rp70 triliun diperoleh dari pemangkasan biaya overhead dan gaji para direktur BUMN yang dianggap tidak produktif. Langkah ini sekaligus menghentikan praktik pemborosan uang negara yang selama ini mengalir ke perusahaan yang terus merugi.

Presiden juga mengungkapkan temuan mengejutkan saat awal menjabat. Ia mengira jumlah BUMN hanya sekitar 300 hingga 400 perusahaan. Ternyata, data menunjukkan ada 1.077 perusahaan pelat merah, termasuk anak, cucu, hingga cicit perusahaan yang selama ini menjadi celah penyembunyian dana negara. "Ini kita tertibkan," tegasnya.

Industri Strategis Bangkit: PAL, Pindad, hingga Garuda Indonesia

Di tengah gelombang penutupan, pemerintah justru mempertahankan dan memperkuat industri strategis nasional. Presiden Prabowo menegaskan, sejumlah perusahaan yang sebelumnya direncanakan untuk dijual ke asing kini dibangkitkan. PT PAL, PT Pindad, dan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) menjadi contoh nyata.

PT PAL Indonesia kini mampu memproduksi kapal perang canggih hingga kapal selam. Sementara PT Pindad baru saja mendapatkan kontrak besar dari Arab Saudi untuk memasok senapan dan senapan mesin bagi tentara kerajaan. "Sekarang kita akan bangkitkan semua perusahaan-perusahaan itu," ujar Presiden.

Kabar baik juga datang dari Garuda Indonesia. Maskapai penerbangan plat merah yang selama puluhan tahun mencatatkan kerugian kini mulai menunjukkan titik balik. "Garuda tadinya mau dijual, saya larang. Sekarang sudah mulai bangkit. Bulan depan sudah mulai untung dari sekian puluh tahun rugi," ungkap Presiden.

Danantara: Dana Kedaulatan RI Kini Masuk Lima Besar Dunia

Dalam kesempatan yang sama, Presiden juga menyoroti penguatan Danantara, sovereign wealth fund milik Indonesia. Menurutnya, untuk pertama kalinya dalam sejarah, Indonesia memiliki dana kedaulatan sendiri yang kini masuk jajaran lima terbesar di dunia. "Dana ini adalah dana kekuatan ekonomi rakyat Indonesia. Kita jadikan satu," tutup Presiden.

Pembenahan BUMN dan penguatan industri strategis ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mewujudkan Indonesia yang lebih makmur, dengan memastikan setiap rupiah uang negara dikelola secara produktif dan transparan.

Reporter: Valdi Pratama
Sumber: niaga.asia This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top