Wisatawan Nusantara ke NTB Tembus 6,1 Juta Perjalanan, Pemprov Gencar Kembangkan Wellness Tourism untuk Perpanjang Lama Tinggal

Penulis: Wendra Kusuma  •  Senin, 13 Juli 2026 | 13:08:31 WIB
Wisatawan nusantara ke NTB mencapai 6,1 juta perjalanan sepanjang tahun 2026.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) NTB mencatat jumlah perjalanan wisatawan nusantara pada Mei 2026 mencapai 1.332.393 perjalanan. Angka ini naik 10,49 persen dibanding bulan sebelumnya dan tumbuh 13,20 persen secara tahunan. Tingkat penghunian kamar hotel berbintang tercatat 41,07 persen.

Meski menguat, Juru Bicara Pemprov NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik, menegaskan pemerintah tidak hanya mengejar kuantitas. “Tantangan berikutnya adalah bagaimana membuat wisatawan tinggal lebih lama, menikmati lebih banyak pengalaman, membelanjakan lebih banyak produk lokal,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin lalu.

Mengapa Wellness Tourism? Potensi Pasar Global Tembus US$ 9,8 Triliun

Pemprov NTB membaca perubahan perilaku wisatawan global yang tidak lagi sekadar mencari destinasi indah. Laporan Global Wellness Institute menyebut industri wellness economy dunia mencapai US$ 6,8 triliun pada 2024 dan diproyeksikan menembus US$ 9,8 triliun pada 2029.

“Masyarakat dunia mencari perjalanan yang mampu meningkatkan kesehatan, ketenangan, keseimbangan hidup, dan kualitas diri,” jelas Ahsanul. Filosofi ini kemudian diadopsi dalam Triple Agenda Pemprov NTB, khususnya pada pilar Pariwisata Berkelanjutan.

Modal Alam dan Sport Tourism Jadi Batu Loncatan

NTB tidak memulai dari nol. Provinsi ini memiliki bentang alam seperti Gunung Rinjani, Geopark Rinjani, Gunung Tambora, Pulau Moyo, hingga kawasan Mandalika. Kekayaan ini diperkuat budaya lokal dan pangan sehat seperti madu Sumbawa, kopi NTB, serta hasil pertanian organik.

Strategi wellness tourism merupakan evolusi dari sport tourism yang sudah berkembang pesat. Ajang Rinjani 100 Ultra 2026 diikuti 2.275 pelari dari 38 negara, sementara Pocari Sweat Run Lombok 2026 di Mandalika menarik sekitar 9.200 peserta. “Hampir setiap akhir pekan ada kegiatan lari, sepeda, atau yoga di berbagai kabupaten,” tambah Ahsanul.

Pariwisata Berkualitas: Bukan Soal Berapa Banyak yang Datang

Pemerintah menekankan perubahan paradigma: pariwisata harus menjadi penggerak kesejahteraan masyarakat. “Pariwisata berkualitas bukanlah tentang berapa banyak orang yang datang, tetapi berapa besar manfaat yang tinggal,” tegas Ahsanul. Dengan merangkai potensi alam, budaya, olahraga, dan pangan lokal, NTB menciptakan ekosistem pariwisata yang membuat wisatawan betah lebih lama dan membelanjakan lebih banyak produk lokal.

Reporter: Wendra Kusuma
Sumber: ayolombok.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top