MATARAM — Sosialisasi Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) yang digelar PC Muslimat NU Kota Mataram di Aula Kantor Lurah Jempong Baru, Sabtu (15/8/2026), tidak sekadar membahas batas usia minimal menikah. Ketua panitia menegaskan, persiapan calon pasangan jauh lebih kompleks dari sekadar angka.
Baiq Evi Ganevia, Ketua PC Muslimat NU Kota Mataram, menyebut kesiapan menikah mencakup empat aspek fundamental. Selain kesehatan dan pendidikan, kesiapan mental serta kondisi ekonomi menjadi fondasi utama agar rumah tangga tidak mudah goyah.
“PUP menjadi momentum penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, tentang pentingnya mempersiapkan diri sebelum memasuki pernikahan,” ujar Evi, Sabtu (15/8/2026).
Evi menjelaskan, banyak pasangan muda terjebak pada persiapan seremonial pernikahan. Mereka kerap melupakan fondasi rumah tangga yang lebih mendasar.
Padahal, usia yang cukup tanpa diimbangi kestabilan emosi dan finansial justru memicu konflik di awal pernikahan. “Kesiapan itu mencakup usia, kesehatan, pendidikan, mental hingga kondisi ekonomi,” jelasnya.
Dengan persiapan matang, pasangan diharapkan mampu membangun kehidupan keluarga yang lebih stabil dan harmonis.
Mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram, Dewi Mardiana Ariyani, hadir sebagai pembicara. Ia mengingatkan agar sosialisasi ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial.
Pengetahuan yang dibagikan harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Dewi, ketidaksiapan pasangan menjadi akar berbagai persoalan sosial, mulai dari perceraian hingga kekerasan dalam rumah tangga.
Edukasi semacam ini dinilai strategis untuk memutus mata rantai masalah tersebut. “Semoga kegiatan ini memberikan manfaat dan menjadi langkah bersama dalam membangun keluarga yang sehat, matang, harmonis dan berkualitas,” harapnya.
PC Muslimat NU Kota Mataram berkomitmen memperluas jangkauan edukasi pranikah ke lebih banyak kelurahan. Materi yang disampaikan menyasar remaja dan orang tua agar pemahaman tentang kesiapan menikah terus diperkuat di lingkungan keluarga.
Harapannya, generasi muda di Kota Mataram memiliki bekal cukup untuk membangun keluarga yang sakinah, sehat, dan berkualitas. Dengan demikian, angka perceraian akibat ketidaksiapan pasangan dapat ditekan melalui pencegahan sejak dini.