SUMBawa BESAR — Pemerintah Kabupaten Sumbawa memastikan seluruh agenda prioritas yang dijanjikan saat kampanye tetap berjalan meski di tengah keterbatasan anggaran. Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, menyebut evaluasi berkala terus dilakukan agar 12 program unggulan tersebut tidak mandek di tengah jalan.
“Pemerintah daerah berkomitmen menuntaskan 12 program unggulan yang sudah kami canangkan. Kami menyadari masih banyak kekurangan, sehingga dukungan dan pengawasan masyarakat sangat penting,” ujarnya di hadapan jamaah, Rabu (26/8).
Ansori menjelaskan, saat ini postur APBD diarahkan untuk pembenahan infrastruktur dasar yang selama ini dikeluhkan warga. Selain itu, pemerintah kabupaten gencar melakukan "jemput bola" ke pemerintah pusat untuk menarik program strategis masuk ke Sumbawa.
Sejumlah program nasional yang sudah dipastikan masuk antara lain Sekolah Rakyat, pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan (TP) 835/SYB, proyek Instruksi Presiden (Inpres) untuk tiga ruas jalan di wilayah selatan, serta revitalisasi sekolah.
Pemkab Sumbawa tidak berhenti pada program yang sudah turun. Dua agenda besar lain tengah didorong, yakni pembangunan Batalyon Marinir dan proyek hilirisasi unggas terintegrasi. Ansori menilai dua proyek ini punya efek ganda bagi perekonomian warga.
“Kita akan terus melakukan upaya jemput bola terhadap berbagai program pemerintah pusat. Kita ingin program-program tersebut masuk ke Sumbawa, karena dampaknya bukan hanya pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Di hadapan warga Desa Pungkit, Ansori menegaskan arah pembangunan bukan sekadar mengejar fisik semata. Ia memastikan pemerintah hadir untuk menyelesaikan persoalan ekonomi yang membelit masyarakat.
“Kami tidak ingin melihat rakyat sengsara. Kami ingin melihat rakyat terus tersenyum. Pemerintah akan terus hadir untuk masyarakat,” tegasnya.
Menurutnya, pengawasan dari masyarakat menjadi kunci agar bantuan dan pembangunan yang digulirkan tidak salah sasaran. Dukungan warga juga dibutuhkan untuk menjaga keberlanjutan program.
Pada kesempatan yang sama, Ansori mengajak jamaah meneladani perjuangan Rasulullah SAW dalam menghadapi tantangan. Nilai perjuangan itu, kata dia, relevan untuk membangun Sumbawa yang lebih maju dan sejahtera.
Peringatan Maulid Nabi di Masjid Nurul Huda disebutnya menjadi momentum memperkuat rasa syukur sekaligus menjaga persatuan dan kebersamaan antarwarga.