MATARAM — Aksi pembubaran itu berlangsung sekitar pukul 02.30 WITA. Petugas mendapati sekelompok remaja sedang mengonsumsi minuman keras, lalu mengambil tindakan tegas dan persuasif untuk mencegah bentrokan susulan.
Patroli menyisir sejumlah titik vital dan kawasan rawan di Kota Mataram hingga Lombok Barat. Rute yang dilalui meliputi Jalan Udayana, Jalan Airlangga, Taman Budaya, Tembolak Pelangi, sampai Jalur Bypass Mataram-Gerung.
Selain pembubaran di Taman Budaya, tim bergerak merespon aduan masyarakat lewat layanan Call Center 110. Laporan pertama soal kerumunan remaja ugal-ugalan di Jalan Airlangga.
Laporan kedua soal dugaan indikasi aksi pembegalan di Jalur Bypass Mataram-Gerung sekitar pukul 03.30 WITA. Petugas mendatangi lokasi dan menyisir kawasan tersebut.
"Setiap informasi dan laporan dari masyarakat, baik melalui call center maupun yang disampaikan langsung di lapangan, langsung kami tindak lanjuti secara cepat. Alhamdulillah, seluruh lokasi yang disisir dalam keadaan aman dan kondusif," kata Dirreskrimum Polda NTB Kombes Pol Arisandi.
Patroli strong point digelar untuk mengantisipasi kejahatan 3C yakni Curat, Curas, dan Curanmor. Sasaran lain adalah balap liar serta gangguan kamtibmas pada jam-jam rawan.
"Patroli strong point ini kami tingkatkan untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan jalanan, aksi balap liar, maupun potensi tawuran yang kerap meresahkan masyarakat pada jam-jam rawan," tegas Arisandi.
Arisandi meminta seluruh lapisan masyarakat dan para orang tua turut menjaga anak-anaknya agar tidak keluyuran hingga dini hari. Langkah itu untuk menghindari keterlibatan dalam pergaulan bebas, miras, maupun kejahatan jalanan.
Polda NTB menyatakan kegiatan ini bagian dari komitmen kepolisian memberikan perlindungan maksimal dan menjaga kondusivitas wilayah.