MATARAM — Kompetisi LFPB Pasmeda Beraksi mempertemukan tim paskibra dari sejumlah sekolah di Pulau Lombok. Penilaian tidak hanya menyasar ketepatan gerakan, tetapi juga koordinasi antaranggota, kepatuhan pada aba-aba, dan kekompakan formasi sepanjang penampilan.
Setiap anggota pasukan dituntut menjaga posisi dan ritme gerakan agar formasi tetap rapi saat bendera dikibarkan. Aspek kerja sama itu menjadi pembeda utama dalam lomba, karena kesalahan satu anggota bisa merusak susunan barisan secara keseluruhan.
Paskibra SMAN 3 Mataram melewati rangkaian penampilan dengan formasi teratur hingga keluar sebagai Juara Bina I. Hasil itu diraih di hadapan tim paskibra sekolah lain yang turut berlaga di ajang se-Pulau Lombok tersebut.
Wakil Kepala SMAN 3 Mataram Bidang Kesiswaan Juslaeni menyebut capaian tersebut sebagai bukti bahwa siswa punya ruang berprestasi di luar pembelajaran kelas. Menurut dia, kegiatan ekstrakurikuler seperti paskibra berperan penting dalam membentuk karakter siswa.
Selain melatih keterampilan baris-berbaris dan formasi pengibaran bendera, kegiatan itu menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemampuan bekerja sama. "Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi anggota Paskibra Smanti lainnya untuk terus meningkatkan kemampuan dan mempertahankan semangat berprestasi," harap Juslaeni.
Keberhasilan di tingkat Pulau Lombok memperlihatkan pentingnya pembinaan kesiswaan yang berjalan berkelanjutan. Latihan rutin menjadi bagian dari proses siswa meningkatkan kemampuan sekaligus membangun mental berprestasi.
Melalui LFPB Pasmeda Beraksi, anggota Paskibra Smanti mendapat kesempatan menguji hasil latihan dan menambah pengalaman berkompetisi dengan tim dari sekolah lain. Ajang itu menjadi tolok ukur sejauh mana kesiapan formasi mereka ketika tampil di depan penilai.
Capaian Juara Bina I diharapkan memacu anggota Paskibra SMAN 3 Mataram mengembangkan kemampuan lebih lanjut. Prestasi itu juga diharapkan mendorong siswa lain aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler sesuai minat dan potensi masing-masing.
Bagi Smanti, hasil di LFPB Pasmeda Beraksi menambah catatan prestasi nonakademik sekolah. Pembinaan berkelanjutan dan partisipasi rutin di kompetisi menjadi jalur yang ditempuh untuk menjaga konsistensi capaian serupa pada ajang berikutnya.