NUSA TENGGARA BARAT — Penyanyi pendatang baru MJ memperkenalkan single debut bertajuk "Be Myself" di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, dengan genre pop dan R&B. Lagu ini berangkat dari kebiasaan MJ menulis curhat di buku dan ponsel yang kemudian diolah menjadi lirik bersama produsernya. Proses penulisan liriknya memakan waktu tiga hingga empat bulan.
MJ mengaku kebiasaan mencurahkan isi hati lewat tulisan sudah ia jalani sejak lama. Dari situ, penyanyi pendatang baru ini mulai percaya diri bahwa catatan-catatan pribadinya layak dijadikan lagu.
Single "Be Myself" menjadi langkah pertama MJ di industri musik Tanah Air. Lagu bergenre pop dan R&B ini ia kenalkan langsung saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.
Dalam proses penulisan, MJ mengumpulkan beberapa bagian catatan yang tersimpan di ponselnya. Bagian-bagian itu ia tulis ulang bersama sang produser.
"Jadi aku emang dari dulu itu suka banget yang namanya kayak curhat tapi nggak ke orang, tapi nulis di buku, di HP, atau di notes gitu, kan. Akhirnya aku memutuskan kayak, kayaknya tulisanku juga oke deh kalau dibikin lagu," ujar MJ.
Menurut MJ, penulisan lirik "Be Myself" memakan waktu tiga hingga empat bulan. Proses produksinya justru jauh lebih singkat, sekitar sembilan hari.
"Kalau untuk diproduserinya itu sekitar sembilan hari, tapi proses untuk nulisnya mungkin tiga-empat bulan," MJ menyambung.
MJ sengaja meluangkan waktu lebih lama agar pesan lagunya terasa kuat dan dekat dengan pengalaman pendengar. Ia menilai karya musik butuh proses matang sebelum dirilis.
"Aku memikirkan lirik yang benar-benar kuat, dalam, dan juga harus relate gitu, kan. Karena yang namanya sebuah karya apalagi lagu, kita enggak bisa yang namanya asal rilis gitu, kan. Jadi menurut aku proses yang lama itu sangat worth it kan," tuturnya.
Awalnya MJ ingin membawakan lagu ini sepenuhnya dalam bahasa Inggris. Setelah berdiskusi dengan produser, ia memutuskan memadukan bahasa Inggris dan Indonesia.
"Karena sebenarnya originally aku pengin nyanyinya full bahasa Inggris, cuma karena kan promosi di Indonesia kita harus pakai bahasa lokal juga, ya. Jadi akhirnya aku berdiskusi sama produserku dan kita memutuskan untuk kayaknya lebih baik dicampur bahasa Indonesia dan kenapa tetap bahasa Inggris karena biar lebih kekinian dan lebih generasi Z lah," paparnya.
Lagu ini mengangkat kisah seseorang yang awalnya bingung menjalani hidup tanpa bergantung pada orang lain, hingga akhirnya mampu berdiri di atas kaki sendiri. MJ mengaku cerita tersebut berangkat dari pengalaman pribadinya.
"Lagu ini menceritakan tentang bagaimana seseorang itu kebingungan kayak gimana sih bisa hidup tanpa orang lain, dan akhirnya mendapatkan jalannya untuk bisa berdiri di kaki sendiri," jelas MJ.
Lewat single debut ini, MJ berharap "Be Myself" menyentuh hati pendengar dan dibagikan luas di media sosial.
"Aku berharap lagu ini juga bisa masuk ke hati teman-teman yang dengerin, terus juga bisa viral dan banyak yang mau share di sosial media: TikTok, Instagram, YouTube, dan lain-lain," pungkas MJ.
Langkah MJ menandai pola yang makin umum di industri musik Indonesia: penyanyi baru membangun identitas lewat lirik personal yang dekat dengan keseharian pendengar muda.