Pencarian

Diskoperindag Sumbawa Barat Siapkan 60 Produk Lokal Isi KSB Mall, Kontrak Rampung 5 November 2026

Minggu, 01 November 2026 • 12:01:31 WIB
Diskoperindag Sumbawa Barat Siapkan 60 Produk Lokal Isi KSB Mall, Kontrak Rampung 5 November 2026
Kepala Diskoperindag Sumbawa Barat Suryaman menyatakan pendataan pelaku usaha penyuplai berjalan menjelang penyerahan gedung KSB Mall.

SUMBAWA BARAT — Kepala Diskoperindag Sumbawa Barat Suryaman menyatakan pendataan pelaku usaha penyuplai berjalan simultan menjelang penyerahan gedung. Seluruh komoditas yang terdaftar wajib melewati tahapan kurasi untuk memastikan kelaikan mutu sebelum dipajang.

Pengecekan volume dan kelengkapan barang menjadi syarat utama penyerahan sarana. Tim teknis bakal turun memverifikasi fisik sebelum proses pembayaran serta serah terima unit dilakukan.

Kontrak Berakhir 5 November, Pembayaran Menunggu Verifikasi Fisik

Suryaman menjelaskan kontrak pengerjaan pusat oleh-oleh berakhir pada 5 November 2026. Pemerintah daerah menargetkan pemanfaatan gedung berjalan setelah penuntasan pengerjaan fisik.

"Kontraknya berakhir 5 November, setelah itu kami turun memeriksa barang. Kalau volumenya lengkap baru kami bayar dan serah terima," ujar Suryaman, Minggu, 1 November 2026.

Dari 60-an produk yang mendaftar, seluruhnya merupakan produk lokal Sumbawa Barat. Dinas belum menetapkan daftar final karena masih ingin melihat contoh barang secara langsung.

Rapat Evaluasi 3 November, Perajin Wajib Bawa Sampel Produk

Diskoperindag menjadwalkan pemanggilan para perajin dan pelaku usaha pada Selasa, 3 November 2026. Setiap pemilik merek wajib membawa sampel produk saat rapat evaluasi berlangsung.

"Yang mendaftar sudah 60-an produk dan semuanya lokal KSB, tapi kami mau lihat contoh produknya terlebih dahulu," tutur Suryaman.

Produk yang belum memenuhi standar tidak langsung tereliminasi. Dinas memberikan kesempatan pembinaan agar pelaku usaha menyempurnakan kualitas kemasan maupun barang.

"Kalau misalnya ada yang kurang bagus, nanti kami minta penyempurnaan terlebih dahulu," jelasnya.

Skema Beli Putus hingga Titip Jual, Dikelola UPT Bidang Perindustrian

Pemerintah daerah merancang sistem tata kelola penjualan bersama para calon pengisi pusat oleh-oleh. Opsi kerja sama mencakup skema beli putus maupun sistem titip jual seperti lapak pasar.

Struktur operasional pusat oleh-oleh berada di bawah kendali Unit Pelaksana Teknis Bidang Perindustrian. Langkah itu diambil untuk mengoptimalkan peran kelembagaan pengganti fungsi sentra IKM daerah.

Etalase KSB Mall tidak hanya menampung makanan dan minuman kemasan. Hasil kerajinan rotan, olahan kulit, hingga komoditas agribisnis lokal ikut dipajang.

"Perajin kulit lokal yang belum mendaftar tetap kami undang jika kualitas produknya memang bagus," kata Suryaman.

Keragaman komoditas memperkuat daya tarik pusat oleh-oleh sebagai destinasi belanja khas Sumbawa Barat. Integrasi sektor kerajinan dan pertanian disebut meluas memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha kecil.

"Pusat oleh-oleh menampilkan produk konsumsi, kerajinan tangan, hingga hasil olahan pertanian unggulan KSB," pungkas Suryaman.

Follow kliklombok.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ntbsatu.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks