LOMBOK UTARA — Abed Aljabiri Adnan menerima mandat sebagai Ketua DPD II KNPI Lombok Utara lewat Musyawarah Daerah. Bagi Abed, kepercayaan itu bukan penghargaan, melainkan beban kerja bersama untuk membangun organisasi.
Frasa "rumah besar" yang ia pakai bukan slogan kosong. Abed ingin setiap pemuda di Lombok Utara merasa punya ruang yang sama untuk berkontribusi, tanpa memandang latar belakang maupun pandangan politik.
Abed menekankan pentingnya membangun KNPI yang inklusif dan terbuka. Setiap organisasi kepemudaan, menurutnya, berhak mendapat kesempatan setara untuk menyampaikan gagasan dan mengambil peran dalam pembangunan daerah.
Konsolidasi internal menjadi prioritas pertama. Namun perhatian Abed tidak berhenti di situ. Ia juga menyoroti posisi KNPI dalam hubungannya dengan pemerintah daerah.
Dalam pandangan Abed, pemuda harus mampu mengambil posisi sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pembangunan. Kerja sama itu dinilai penting agar aspirasi pemuda masuk ke dalam perencanaan daerah.
Namun Abed memberi batas jelas. Kerja sama tidak boleh membuat organisasi kehilangan independensi maupun keberanian menyampaikan kritik.
"Pemuda harus mampu mengambil posisi sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pembangunan," ujar Abed, dikutip dari LombokPost.
Pandangan tersebut menjadi salah satu arah yang ingin dibangun Abed selama memimpin KNPI Lombok Utara. Organisasi ini diharapkan tidak hanya hadir dalam kegiatan pemerintahan.
KNPI juga dituntut mampu menjadi ruang artikulasi aspirasi pemuda dan masyarakat. Artinya, keluhan warga soal lapangan kerja, pendidikan, dan layanan publik semestinya bisa disalurkan lewat jalur organisasi kepemudaan.
Dengan komposisi organisasi kepemudaan di Lombok Utara yang beragam, tugas pertama Abed adalah merangkai kepentingan yang berbeda itu menjadi satu agenda bersama. Musda telah menetapkan kepemimpinannya; ujian sesungguhnya baru dimulai setelah itu.