Pencarian

Pemkab Dompu Tunggu Alih Fungsi Lahan Hutan untuk Bangun Puskesmas Baru Rp13 Miliar di Kecamatan Woja

Sabtu, 16 Mei 2026 • 11:48:13 WIB
Pemkab Dompu Tunggu Alih Fungsi Lahan Hutan untuk Bangun Puskesmas Baru Rp13 Miliar di Kecamatan Woja
Pemerintah Kabupaten Dompu menunggu proses alih fungsi lahan hutan untuk pembangunan Puskesmas Madaprama.

DOMPU — Pemerintah Kabupaten Dompu mendapat alokasi bantuan pembangunan puskesmas dari Kementerian Kesehatan senilai Rp13 miliar lebih untuk tahun 2026. Namun, realisasi proyek itu masih terganjal status lahan yang masuk kawasan hutan produksi.

Pj. Sekda Dompu, H. Khairul Insyan, mengungkapkan lahan seluas 4 hektare lebih di sekitar area pemandian Madaprama telah diajukan ke Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB untuk dialihfungsikan. “Kita ajukan ke DLHK untuk dialihkan untuk pembangunan puskesmas,” ujarnya, Jumat (15/5).

Lahan Sitaan Warga yang Masuk Kawasan Hutan Produksi

Lahan yang direncanakan sebagai lokasi Puskesmas Madaprama itu sebelumnya ditetapkan sebagai kawasan UMKM dan gerbang Kota Dompu. Namun, statusnya masuk hutan produksi karena ditanami pohon jati.

Di lapangan, sebagian lahan diduga telah dikuasai warga sebagai pekarangan dengan bangunan pondok dan kebun. Pemkab Dompu kini menunggu proses alih fungsi dari DLHK NTB agar pembangunan bisa dimulai.

Rasio Pelayanan Kesehatan Sudah Jauh dari Ideal

Kecamatan Woja merupakan wilayah dengan jumlah penduduk terbanyak di Kabupaten Dompu. Hingga saat ini, Puskesmas Dompu Barat menjadi satu-satunya fasilitas kesehatan dasar yang melayani 58.816 jiwa yang tersebar di 14 desa/kelurahan.

Standar ideal pelayanan satu puskesmas maksimal 30.000 jiwa. Artinya, beban Puskesmas Dompu Barat hampir dua kali lipat dari kapasitas ideal. Kondisi ini sudah berlangsung lama dan mendorong Pemda setempat terus memperjuangkan tambahan puskesmas.

Efisiensi Anggaran Pusat Sempat Hambat Pembangunan Fisik

Kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat sebelumnya memprioritaskan peningkatan sarana prasarana ketimbang pembangunan fisik baru. Namun, banyaknya gedung puskesmas yang tidak layak dan rasio pelayanan yang berlebih membuat pemerintah pusat mengubah arah kebijakan.

“Ini tidak lepas dari hasil perjuangan Pak Bupati dan Wakil Bupati. Bupati bahkan beberapa kali saat menghadap Menteri Kesehatan, pembangunan puskesmas ini selalu jadi permintaannya,” jelas Khairul.

Jika proses alih fungsi lahan rampung, pembangunan fisik Puskesmas Madaprama di Kecamatan Woja dijadwalkan mulai tahun 2026. Proyek ini diharapkan mengurangi beban Puskesmas Dompu Barat dan memperluas akses layanan kesehatan dasar bagi warga di 14 desa/kelurahan.

Bagikan
Sumber: suarantb.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks