PRAYA — Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal tidak main-main soal marwah MTQ. Di hadapan jajaran dewan hakim yang baru dikukuhkan, ia menyampaikan bahwa ajang ini bertahan puluhan tahun justru karena masyarakat percaya pada proses dan hasilnya.
“MTQ tetap eksis karena masyarakat percaya pada proses dan hasilnya. Kepercayaan itu lahir dari integritas para dewan hakim yang menjalankan tugas secara objektif dan profesional,” ujar Iqbal di Praya, Selasa (9/6).
Berbeda dari Kompetisi Lain, Hasil MTQ Jarang Dipersoalkan
Iqbal membandingkan MTQ dengan berbagai kompetisi lain yang kerap memicu polemik. Menurutnya, keputusan dewan hakim MTQ justru diterima dengan lapang dada oleh peserta dan masyarakat. Hal itu, kata dia, menjadi bukti bahwa proses penilaian berlangsung jujur dan adil.
“Berbeda dengan kompetisi lain yang sering menimbulkan perdebatan, hasil MTQ diterima dengan baik,” tegasnya.
Tujuh Cabang Dipertandingkan, Delapan Arena Tersebar di Lombok Tengah
Dewan hakim yang dikukuhkan akan bertugas di delapan cabang perlombaan, mulai dari Tilawah Al-Qur’an, Qira’at Sab’ah, Hifzil Qur’an, Tafsir Al-Qur’an, Fahmil Qur’an, Syarhil Qur’an, Khath Al-Qur’an, hingga Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an. Seluruh cabang akan dilaksanakan di sejumlah arena yang tersebar di Kabupaten Lombok Tengah.
Pengukuhan ini dihadiri Bupati Lombok Tengah, Wakil Bupati, Sekda, Kepala Kejaksaan Negeri, Kapolres Lombok Tengah, serta Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda NTB. Unsur panitia dan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) juga turut hadir.
NTB Ingin Kembali Jadi Kekuatan Tilawah Nasional
Di hadapan para hakim, Iqbal juga menyampaikan ambisinya mengembalikan kejayaan NTB di kancah nasional. Ia mengenang masa ketika NTB hampir selalu menjadi daerah yang diperhitungkan dalam setiap MTQ Nasional dan mampu melahirkan qari serta qariah terbaik Indonesia.
“Sebagai daerah yang dikenal dengan julukan Pulau Seribu Masjid, tidak berlebihan jika kita bercita-cita menjadikan NTB sebagai salah satu pusat pengembangan Tilawatil Qur’an di Indonesia,” tegasnya.
LPTQ Harus Jadi Rumah Bersama Seluruh Daerah
Menurut Iqbal, kebangkitan prestasi MTQ NTB harus dimulai dari penguatan kelembagaan LPTQ, pembinaan berkelanjutan, serta keterlibatan seluruh kabupaten dan kota. Ia meminta kepengurusan LPTQ Provinsi NTB menjadi rumah bersama yang mampu mengakomodasi semua daerah.
“Bangun rasa memiliki terhadap gerakan pembinaan Al-Qur’an di NTB,” pesannya.
Iqbal juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah sebagai tuan rumah. Meski di tengah keterbatasan fiskal, daerah ini dinilai berhasil menghadirkan berbagai inovasi dalam penyelenggaraan MTQ XXXI. Ia berharap ajang ini tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga memperkuat persaudaraan, solidaritas sosial, dan kerukunan antarumat beragama di NTB.
“Semoga seluruh dewan hakim diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam menjalankan tugas, serta mampu menjaga marwah MTQ sebagai wadah syiar dan pembinaan Al-Qur’an di Nusa Tenggara Barat,” pungkasnya.