NUSA TENGGARA BARAT — Penyegaran tampilan ini diumumkan langsung oleh AHM pada pekan ini. Marketing Director AHM, Octavianus Dwi, menyebut pembaruan ini untuk memperkuat posisi Monkey sebagai motor lifestyle. "Honda Monkey memang punya tempat istimewa bagi mereka yang menganggap sepeda motor sebagai bagian dari gaya hidup," ujar Octa dalam rilis resmi.
Tiga Warna Baru dan Detail Jok yang Kembali ke Akar
Transformasi visual paling mencolok ada pada area tempat duduk. AHM menghadirkan motif jok kotak-kotak ganda (checkered pattern) yang mengingatkan pada desain klasik generasi pertama. Motif ini memperkuat kesan playful dan retro modern sekaligus membedakan Monkey dari street bike pada umumnya.
Untuk bodi, tersedia tiga opsi kelir baru: Banana Yellow yang cerah, Millenium Red, dan Pearl Cadet Gray. Ketiganya dirancang agar pengendara bisa tampil lebih percaya diri di jalan. Meski mendapat sentuhan baru, siluet ringkas dan sasis tangguh khas Monkey edisi 1961 tetap dipertahankan.
Mesin 125cc dengan Suspensi Upside Down Showa
Di balik tampilan klasiknya, Monkey tetap mengusung dapur pacu modern. Mesin 125cc SOHC 2-katup berpendingin udara ini dipadukan dengan injeksi PGM-FI dan transmisi 5-percepatan. Spesifikasi internal mencatat diameter dan langkah piston 50,0 x 63,1 mm dengan rasio kompresi 10,0:1.
Untuk urusan kaki-kaki, sektor depan menggunakan suspensi upside down (USD) buatan Showa, sementara belakang mengandalkan peredam kejut ganda. Ban block pattern berdiameter 120/80-12 di depan dan 130/80-12 di belakang memberikan traksi optimal di berbagai permukaan jalan.
Lampu LED Penuh dan Panel Meter Digital
Kendati berjiwa klasik, fitur pencahayaan Monkey sudah sepenuhnya LED, termasuk lampu utama dan lampu penanda. Di area setang, pengendara disuguhi panel meter digital yang menampilkan speedometer, odometer dengan dua trip meter, serta indikator bahan bakar model enam segmen. Kombinasi ini membuat Monkey tetap relevan untuk penggunaan harian tanpa kehilangan karakternya.
Segmen Premium Hobby Bike dengan Harga Rp 88 Juta
Dengan banderol Rp 88.094.000 (OTR Jakarta), Monkey jelas menyasar segmen premium. Motor ini bukan sekadar alat transportasi, melainkan medium ekspresi bagi pencinta otomotif yang menginginkan kendaraan unik dan bernilai estetika tinggi. AHM berharap penyegaran ini bisa memperluas basis penggemar Monkey di Indonesia.