NUSA TENGGARA BARAT — Pergerakan rupiah hari ini melanjutkan tren positif dari penutupan sebelumnya di Rp18.091 per dolar AS. Penguatan sebesar 0,12 persen ini terjadi di tengah ekspektasi pelaku pasar bahwa tekanan harga di AS mulai mereda, membuka ruang bagi Federal Reserve untuk tidak terlalu agresif dalam menaikkan suku bunga.
Inflasi AS di Bawah Target, Yield Obligasi Tertekan
Berdasarkan data yang dikutip dari Anadolu, inflasi konsumen tahunan Amerika Serikat pada Juni 2026 tercatat sebesar 3,5 persen. Angka ini melambat signifikan dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 4,2 persen dan juga berada di bawah ekspektasi analis.
Rully Nova, analis Bank Woori Saudara, menilai perlambatan inflasi ini menjadi katalis utama penguatan rupiah. “Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan menguat pada kisaran Rp18.000 hingga Rp18.105 per dolar AS, dipengaruhi faktor global berupa melandainya inflasi AS dan menurunnya yield obligasi pemerintah AS,” ujarnya.
Dampak ke Pasar dan Pelaku Bisnis
Penurunan yield obligasi AS membuat selisih imbal hasil (spread) dengan obligasi Indonesia kembali melebar, sehingga aset berbasis rupiah menjadi lebih atraktif bagi investor asing. Bagi importir, penguatan rupiah hari ini sedikit mengurangi beban biaya pembelian bahan baku yang dihitung dalam dolar.
Sebaliknya, eksportir perlu mencermati pergerakan kurs karena potensi pendapatan dalam rupiah bisa tergerus jika tren penguatan berlanjut. Data neraca perdagangan Indonesia berikutnya akan menjadi ujian apakah momentum penguatan ini bisa bertahan.
Proyeksi Pergerakan Selanjutnya
Analis memperkirakan pergerakan rupiah masih akan volatil dalam jangka pendek. Fokus pasar selanjutnya tertuju pada data ketenagakerjaan AS yang akan dirilis pekan depan, yang bisa mempengaruhi ekspektasi suku bunga global.
“Level support terdekat rupiah ada di Rp18.000, sementara resistance di Rp18.105. Sepanjang tidak ada kejutan dari data AS atau sentimen perang dagang, rupiah berpeluang bertahan di zona hijau,” pungkas Rully.
Investasi mengandung risiko.