Pencarian

Kunjungan ke Pulau Kenawa Meningkat, Puluhan Boatman Poto Tano Minta Fasilitas Dermaga dan Toilet Dibangun

Minggu, 19 Juli 2026 • 16:10:24 WIB
Kunjungan ke Pulau Kenawa Meningkat, Puluhan Boatman Poto Tano Minta Fasilitas Dermaga dan Toilet Dibangun
Dermaga rusak dan toilet tak tersedia menjadi keluhan utama boatman di Poto Tano di tengah peningkatan kunjungan wisatawan ke Pulau Kenawa.

SUMBWA BARAT — Pulau Kenawa, destinasi wisata sabana di Kabupaten Sumbawa Barat, kini semakin ramai dikunjungi wisatawan, terutama pada akhir pekan. Lonjakan ini langsung dirasakan oleh para boatman di Kecamatan Poto Tano yang mengandalkan jasa penyeberangan sebagai sumber penghasilan utama.

Salah seorang boatman, Jaka, mengatakan bahwa pada akhir pekan dirinya bisa melayani tiga hingga empat kali perjalanan pulang-pergi ke Pulau Kenawa. “Kalau hari biasa biasanya hanya satu kali penyeberangan,” ujarnya, Sabtu, 19 Juli 2026.

Dermaga Rusak dan Toilet Tak Tersedia

Meski jumlah kunjungan terus naik, Jaka menilai perkembangan itu tidak diimbangi dengan perbaikan fasilitas. Ia menyebutkan bantuan pemerintah yang diterima para boatman selama ini baru sebatas jaket pelampung.

“Harapan kami dermaganya diperbaiki dan fasilitasnya dilengkapi. Pulau Kenawa sudah dikenal luas, karena itu kawasan wisatanya juga harus semakin tertata,” kata Jaka.

Selain dermaga di Poto Tano dan Pulau Kenawa, ketersediaan toilet umum yang layak menjadi kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung.

Dukung Tarif Masuk, Asal Fasilitas dan Keselamatan Siap

Para boatman juga menanggapi rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB yang akan menerapkan tarif masuk bagi wisatawan. Jaka menyatakan dukungannya terhadap kebijakan tersebut, dengan syarat utama fasilitas dan jaminan keselamatan wisatawan harus siap terlebih dahulu.

“Kami mendukung program pemerintah, tetapi fasilitas dan jaminan keselamatan wisatawan harus siap terlebih dahulu,” tegas Jaka.

Ia menambahkan, skema asuransi bagi pengunjung yang menggunakan jasa penyeberangan juga perlu disediakan. Selain itu, para boatman meminta pemerintah melibatkan seluruh pelaku usaha dalam pembahasan sebelum kebijakan tarif masuk diberlakukan.

“Sebelum menerapkan aturan, sebaiknya pemerintah berdiskusi dengan seluruh pelaku usaha dan boatman,” ujar Jaka.

20 Pelaku Usaha Gantungkan Hidup dari Pulau Kenawa

Saat ini, setidaknya 20 pelaku usaha penyeberangan menggantungkan penghasilan dari aktivitas wisata di Pulau Kenawa. Para boatman berharap pengembangan destinasi ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan atau pendapatan daerah, tetapi juga diikuti pembangunan infrastruktur dan perlindungan terhadap masyarakat lokal.

Bagikan
Sumber: ntbsatu.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks