Pencarian

World Raup Rp 866 Miliar dari Penjualan Token Kripto, Fokus pada Verifikasi Manusia di Era AI

Sabtu, 25 Juli 2026 • 09:51:01 WIB
World Raup Rp 866 Miliar dari Penjualan Token Kripto, Fokus pada Verifikasi Manusia di Era AI

NUSA TENGGARA BARAT — Di tengah banjir konten buatan AI dan maraknya bot di platform digital, kebutuhan akan verifikasi identitas manusia semakin mendesak. World, startup co-founder OpenAI Sam Altman, menjawab tantangan itu dengan teknologi pemindaian iris mata yang dikonversi menjadi identitas digital anonim. Pekan lalu, proyek ini mengumumkan perolehan dana segar $52,5 juta melalui penjualan token kripto WLD kepada investor strategis.

Apa Itu World ID dan Mengapa Diperlukan?

World ID adalah penanda digital anonim yang membuktikan bahwa di balik suatu akun ada manusia nyata, bukan bot atau agen AI. Semakin banyak konten dihasilkan oleh AI, semakin sulit membedakan mana yang asli dan mana buatan mesin. World mengklaim solusinya adalah verifikasi biometrik melalui pemindaian iris mata.

Untuk mendapatkan World ID level tertinggi, pengguna harus memindai mata mereka menggunakan Orb, bola metalik yang mengubah pola iris menjadi pengenal kriptografis unik. Orb tersedia di kantor World dan mitra toko di berbagai negara.

Siapa Saja Investor di Balik Pendanaan $52,5 Juta?

Penjualan token WLD ini dipimpin oleh Pantera Capital, firma modal ventura yang fokus pada aset digital. Investor lain termasuk Bain Capital Crypto, Susquehanna Crypto, Selini Capital, dan Eightco Holdings. Semua investor sepakat menjalani masa lockup 12 bulan, artinya mereka tidak bisa menjual atau memperdagangkan token selama setahun. World menyebut komitmen ini sebagai bukti keyakinan jangka panjang terhadap pertumbuhan jaringan World.

Dana hasil penjualan akan dikelola oleh World Foundation, badan hukum limited guarantee yang berbasis di Kepulauan Cayman. Yayasan ini bertugas mengawasi perluasan jaringan World secara global.

Bagaimana Cara Kerja dan Siapa di Balik Layar?

Proyek World dijalankan oleh Tools for Humanity (TFH), startup yang berkantor di San Francisco. CEO dan co-founder Alex Blania memimpin operasional sehari-hari, sementara Sam Altman menjadi co-founder lainnya. Awalnya proyek ini bernama Worldcoin dan berfokus pada eksperimen kripto. Namun, seiring meningkatnya resistensi terhadap industri kripto, World melakukan rebranding menjadi World.

Token WLD yang dijual dalam pendanaan kali ini sebenarnya merupakan aset kripto yang sama dengan yang digunakan saat proyek masih bernama Worldcoin. Pengguna bisa menyimpan atau memperdagangkan token ini melalui aplikasi World yang juga berfungsi sebagai dompet kustodian.

Apa Tantangan yang Dihadapi World?

Meski digadang-gadang sebagai solusi verifikasi masa depan, World belum berhasil menarik minat massal. Pada April lalu, proyek ini meluncurkan aplikasi versi baru dan mengumumkan kemitraan dengan Tinder, Zoom, dan Docusign. Namun, adopsi masih rendah. Pada Juni, TFH melakukan PHK untuk mengecilkan tim. Artinya, meski pendanaan baru mengalir, jalan menuju adopsi global masih panjang.

World juga belum mengungkapkan rencana ekspansi ke Indonesia. Regulasi terkait data biometrik dan kripto di dalam negeri masih ketat, sehingga kemungkinan besar World akan menunggu hingga infrastruktur hukum lebih jelas.

Catatan: Partnership Ticketmaster Tidak Benar

Dalam rilis sebelumnya, sempat beredar informasi bahwa World bekerja sama dengan Ticketmaster. Pihak World kemudian mengoreksi dan menegaskan tidak ada kemitraan dengan perusahaan penjualan tiket tersebut.

World masih terus mengembangkan teknologinya di tengah skeptisisme publik dan persaingan dengan solusi verifikasi lain. Pendanaan terbaru ini memberi napas bagi proyek ambisius Sam Altman, tapi keberhasilannya akan sangat tergantung pada seberapa banyak pengguna yang bersedia memindai iris mata mereka demi identitas digital.

Bagikan
Sumber: techcrunch.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks