PRAYA — Amaq Mahyun (68) berangkat memancing seorang diri dari Pantai Selong Belanak pada Sabtu (25/7) sekitar pukul 19.00 WITA. Keluarga yang mulai cemas keesokan harinya lalu melaporkan ke pihak berwenang setelah warga dan nelayan setempat melakukan pencarian mandiri tanpa hasil.
Kronologi: Berangkat Malam, Tak Kembali Hingga Pagi
Menurut laporan yang diterima Kantor SAR Mataram, Amaq tak kunjung pulang hingga Minggu pagi. Warga setempat kemudian berinisiatif menyisir perairan sekitar, namun tidak menemukan tanda-tanda keberadaannya. Laporan resmi diterima oleh Unit Siaga SAR Mandalika yang langsung mengerahkan tim rescue ke lokasi.
Gelombang Tinggi dan Angin Kencang Jadi Kendala Utama
Koordinator Unit Siaga SAR Mandalika, Gde Eka Suarjana, mewakili Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi, menjelaskan bahwa faktor cuaca menjadi tantangan terbesar pada pencarian hari pertama.
"Pencarian hari pertama ini terkendala oleh kondisi cuaca ekstrem di lokasi, di mana kecepatan angin yang cukup kencang dan gelombang tinggi, hasil sementara masih nihil," ujar Gde Eka Suarjana.
Rencana Operasi Senin: Dua SRU dan Penyisiran Darat
Operasi SAR akan kembali digelar Senin (27/7) pagi. Tim gabungan rencananya dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU) untuk menyisir perairan sekitar lokasi kejadian. Selain itu, penyisiran darat dan penyebaran informasi secara masif kepada nelayan setempat juga akan dilakukan.
Pencarian melibatkan unsur dari Pos Polairud Mandalika Polda NTB, Pos TNI AL Awang, Polsek Praya Barat, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Selong Belanak, BPBD Kabupaten Lombok Tengah, serta Damkarmat Lombok Tengah. Masyarakat nelayan setempat turut bergabung dalam upaya pencarian.