MATARAM — Centralized Command Center yang kini beroperasi di lingkungan PLN Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) NTB berfungsi sebagai simpul informasi operasional. Berbagai informasi soal kondisi sistem kelistrikan dihimpun di satu titik, lalu diteruskan ke unit terkait untuk segera ditangani.
Pola itu memangkas jalur koordinasi yang sebelumnya harus dilalui berlapis. Kecepatan informasi jadi krusial karena kondisi jaringan distribusi bisa berubah sewaktu-waktu dan menuntut keputusan cepat.
Dari Data ke Keputusan Operasional
Direktur Distribusi PT PLN (Persero) Arsyadany G. Akmalaputri menegaskan, keberadaan command center bukan sekadar menghadirkan ruang berisi perangkat teknologi.
"Centralized Command Center bukan hanya mengenai fasilitas dan teknologi, tetapi bagaimana data dan informasi dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan respons operasional yang lebih cepat, tepat, dan terukur," kata Arsyadany.
Menurut dia, pengelolaan informasi yang terintegrasi juga memperkuat koordinasi antarunit sekaligus mendukung peningkatan kualitas pelayanan kepada pelanggan.
36 Personel, Empat Shift, Tanpa Henti
Agar fungsi command center berjalan tanpa terputus, PLN UIW NTB menyiapkan personel khusus. Sebanyak 28 pegawai ditempatkan di Centralized Command Center, ditambah delapan pegawai yang menjalankan fungsi callback.
Total 36 personel itu bekerja dalam empat shift. Dalam setiap siklus, tiga shift bertugas dan satu shift mendapat waktu libur. Skema ini dirancang agar pemantauan, penerimaan informasi, koordinasi, hingga callback berlangsung berkelanjutan.
Dengan dukungan tersebut, setiap informasi soal kondisi sistem yang butuh tindak lanjut dapat segera diterima dan dikoordinasikan kepada unit berwenang.
Penguatan Proses Kerja, Bukan Sekadar Fasilitas Baru
Manager PLN UP2D NTB Faris Fitrianto mengatakan, kehadiran Centralized Command Center bukan sekadar menambah fasilitas baru. Menurutnya, yang lebih penting adalah bagaimana fasilitas itu memperkuat cara kerja pengelolaan distribusi listrik.
"Kami melihat Centralized Command Center sebagai penguatan proses kerja, bukan sekadar penambahan fasilitas," ujar Faris.
Ia menyebut integrasi sistem, kesiapan personel, dan pola kerja shift sebagai satu kesatuan yang menopang operasional command center.
"Dengan dukungan sistem yang terintegrasi, personel yang kompeten, serta pola kerja shift yang terstruktur, kami dapat mempercepat alur informasi dan koordinasi sehingga setiap kondisi operasional dapat ditindaklanjuti secara tepat dan terukur," katanya.
Peresmian fasilitas ini dilakukan Direktur Distribusi PLN Arsyadany G. Akmalaputri bersama Executive Vice President Operasi Distribusi Sugeng Widodo, General Manager PLN UIW NTB Yondri Zulfadli, serta jajaran manajemen PLN Pusat.
Bagi PLN NTB, command center diposisikan sebagai instrumen agar pengelolaan jaringan distribusi semakin terkoordinasi, terutama saat dibutuhkan respons cepat terhadap kondisi kelistrikan di lapangan.