Pencarian

Empat Hal Krusial Sebelum Beli Mobil Listrik: Garansi Baterai hingga Risiko Banjir Versi Sompo Indonesia

Senin, 27 Juli 2026 • 09:24:01 WIB
Empat Hal Krusial Sebelum Beli Mobil Listrik: Garansi Baterai hingga Risiko Banjir Versi Sompo Indonesia
Suhandi, perwakilan Sompo Insurance Indonesia, menyampaikan empat hal krusial yang perlu diperhatikan sebelum membeli mobil listrik dalam keterangan resmi di Nusa Tenggara Barat, 26 Juli 2026.

NUSA TENGGARA BARAT — Minat masyarakat terhadap mobil listrik terus meningkat. Pemerintah memberikan insentif pajak, infrastruktur pengisian daya bertambah, dan teknologi baterai makin canggih. Tapi Suhandi dari PT Sompo Insurance Indonesia menekankan bahwa membeli EV bukan sekadar tren – ini investasi jangka panjang. "Pastikan merek yang dipilih memiliki jaringan layanan purnajual yang memadai, ketersediaan suku cadang, serta dukungan teknisi yang kompeten," ujarnya dalam keterangan resmi, 26 Juli 2026.

Baterai: Komponen Paling Mahal, Garansi Bisa 8 Tahun

Baterai adalah jantung sekaligus komponen termahal pada mobil listrik. Biaya perbaikan atau penggantiannya bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah. Karena itu, Suhandi meminta konsumen mencermati masa berlaku garansi, batas kilometer, dan jenis kerusakan yang ditanggung produsen. Saat ini, garansi baterai umumnya delapan tahun atau 120.000–160.000 kilometer. Tiap merek punya syarat dan ketentuan berbeda, jadi baca dulu buku garansi.

Risiko Banjir: Jangan Anggap Semua Tertutup Asuransi

Mobil listrik modern dilengkapi sistem proteksi baterai yang tahan percikan air dan genangan ringan. Tapi jika terendam banjir, kerusakan pada baterai dan komponen elektronik tetap bisa parah. “Konsumen perlu memastikan garansi maupun polis asuransi memberikan perlindungan yang jelas terhadap risiko banjir,” kata Suhandi. Jangan sampai klaim ditolak karena polis tidak mencakup bencana alam. Di Indonesia, risiko ini nyata, terutama di kota-kota besar dengan drainase terbatas.

Asuransi Khusus EV: Tidak Cukup Asuransi Biasa

Asuransi kendaraan standar belum tentu menanggung kerusakan sistem kelistrikan tegangan tinggi atau baterai. Pilihlah polis yang secara eksplisit menyebut komponen mobil listrik, termasuk baterai dan motor listrik. “Biaya perbaikan maupun penggantian baterai bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah,” ujar Suhandi. Asuransi yang tepat menghindarkan pemilik dari pengeluaran besar di luar dugaan.

Layanan Purnajual: Jaringan Servis Penentu Nilai Jual Kembali

Tips pertama yang disampaikan Suhandi justru soal jaringan servis. Merek yang punya bengkel resmi luas di Indonesia akan memudahkan perawatan rutin, perbaikan, dan ketersediaan suku cadang. Selain itu, teknisi yang kompeten soal EV sangat penting. Jaringan yang kuat juga menjaga nilai kepemilikan mobil saat dijual kembali nanti. Jangan sampai Anda membeli mobil listrik tapi sulit mencari bengkel resmi di kota Anda.

Dengan mempertimbangkan kualitas produk, layanan purnajual, garansi baterai, cakupan asuransi, dan perlindungan banjir, membeli mobil listrik bukan hanya pilihan ramah lingkungan. Investasi ini jadi lebih aman dan terlindungi dalam jangka panjang. Sebelum tanda tangan kontrak, pastikan keempat hal itu sudah Anda tanyakan ke dealer.

Bagikan
Sumber: infobanknews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks