SUMBawa BESAR — Kabupaten Sumbawa selangkah lebih dekat menjadi lumbung garam nasional. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah mengusulkan daerah ini sebagai lokasi Program Strategis Nasional (PSN) komoditas garam kepada Bappenas untuk kawasan Indonesia Timur.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Kabupaten Sumbawa, Rahmat Hidayat, mengonfirmasi usulan tersebut. Pihaknya kini menunggu tindak lanjut proses, termasuk penyusunan pra studi kelayakan (pra FS) yang dijadwalkan melibatkan BRIN.
BRIN Turun ke Lapangan Akhir Agustus
Rahmat Hidayat menyebut tim BRIN akan memulai kajian dan pengecekan lapangan pada 28-30 Agustus mendatang. Hasil kajian awal itu nantinya akan dibahas dalam forum focus group discussion (FGD) di Bappenas.
“Akhir Agustus ini sekitar tanggal 28-30 akan turun timnya. Setelah turun nanti hasil Pra FS tersebut akan dilaksanakan FGD di Bappenas untuk proses lebih lanjut,” ujarnya.
15.000 Hektare Lahan Siap, Status Lahan Dipastikan Aman
Pemerintah daerah telah menyiapkan lahan seluas 15.000 hektare untuk pengembangan garam. Dari jumlah itu, sekitar 2.500 hektare sebelumnya berstatus Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), namun status tersebut telah di