NUSA TENGGARA BARAT — Apple mengukuhkan suksesi kepemimpinan puncaknya. John Ternus, yang telah 25 tahun berkarier di perusahaan, kini memegang kendali penuh sebagai CEO efektif per hari ini. Keputusan ini menandai era baru bagi raksasa teknologi Cupertino itu setelah satu dekade lebih di bawah kepemimpinan Tim Cook.
Alasan Apple Memilih Ternus
Kepercayaan terhadap Ternus bukan tanpa alasan. Tim Cook, yang merekomendasikan langsung penggantinya, menilai Ternus memiliki kapasitas teknis sekaligus visi inovasi yang dibutuhkan untuk membawa Apple melangkah lebih jauh.
"John Ternus memiliki pemikiran seorang insinyur, jiwa seorang inovator, dan tekad untuk memimpin dengan integritas dan kehormatan. Ia adalah seorang visioner yang kontribusinya bagi Apple selama lebih dari 25 tahun sudah terlalu banyak untuk dihitung," kata Cook dalam pernyataan resmi yang dirilis April lalu.
Rekam Jejak dan Kontribusi Ternus
Perjalanan Ternus di Apple dimulai pada 2001 ketika ia bergabung dengan tim desain produk. Sepanjang kariernya, ia telah memimpin pekerjaan rekayasa perangkat keras di berbagai lini produk, termasuk yang paling berdampak bagi ekosistem pengguna global.
Tangan dingin Ternus terlihat dari keberhasilannya mengawal peluncuran lini iPad dan AirPods, hingga berbagai generasi iPhone, Mac, dan Apple Watch. Di bawah kepemimpinannya, jajaran Mac disebut menjadi lebih bertenaga dan meningkat popularitasnya secara internasional.
Baru-baru ini, timnya juga berperan penting dalam merancang jajaran iPhone terbaru, termasuk iPhone 17 Pro dan Pro Max serta iPhone Air yang hadir dengan desain sangat tipis. Adapun AirPods, produk ini kini dilengkapi fitur peredam bising aktif yang diklaim belum ada sebelumnya, serta berfungsi sebagai sistem kesehatan pendengaran all-in-one yang dapat digunakan sebagai alat bantu dengar.
Peran Baru Tim Cook
Meski melepas jabatan CEO, Cook tetap berada di lingkaran dalam perusahaan. Ia akan menjabat sebagai executive chairman dewan direksi dan dipastikan terlibat langsung dalam masa transisi kepemimpinan.
"Saya sangat yakin akan kemampuannya dan karakternya, dan saya menantikan untuk bekerja sama dengannya secara erat dalam masa transisi ini serta dalam peran baru saya sebagai ketua eksekutif," tambah Cook.
Latar Belakang Pendidikan
Sebelum berkarier di Apple, Ternus sempat bekerja sebagai insinyur mesin di Virtual Research Systems. Ia meraih gelar sarjana Teknik Mesin dari University of Pennsylvania, yang menjadi fondasi kuat bagi kiprahnya di bidang rekayasa perangkat keras.
Pergantian kepemimpinan ini menjadi salah satu momen penting dalam sejarah Apple. Dengan latar belakang teknis yang solid dan pengalaman panjang di pengembangan produk, publik kini menanti gebrakan pertama Ternus dalam menentukan arah strategi perangkat keras Apple di masa mendatang.