BIMA — Peristiwa nahas menimpa AM (66), seorang pencari rumput laut atau gose asal Desa Parado Wane, Kecamatan Parado, Kabupaten Bima. Ia ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di sela-sela bebatuan karang di sekitar Pantai Wadumbolo, beberapa jam setelah dilaporkan tidak kembali ke rumah.
Kapolsek Parado Ipda Ady Darmawan membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut korban dievakuasi pada Senin sore setelah pihak keluarga melaporkan AM hilang sejak pagi hari.
Kronologi: Berangkat Pagi, Ditemukan Sore Hari di Antara Karang
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, AM berangkat mencari rumput laut bersama sejumlah keluarga dan rekan-rekannya sekitar pukul 09.00 Wita. Aktivitas pencarian gose itu dilakukan di perairan dangkal Pantai Wadumbolo yang dikenal memiliki banyak bebatuan karang.
Memasuki sore hari, AM tidak kunjung kembali ke titik kumpul. Anak kandung korban yang mulai cemas kemudian memutuskan untuk mencari keberadaan ayahnya di sekitar pantai.
Setelah dilakukan pencarian selama beberapa jam, AM akhirnya ditemukan dalam posisi tengkurap di antara bebatuan karang. Kondisinya sudah tidak bernyawa.
Keluarga Tolak Autopsi, Punya Riwayat Kurang Darah
Personel Polsek Parado yang mendapat laporan langsung menuju lokasi kejadian dan mengevakuasi jasad AM. Jenazah korban selanjutnya dibawa ke rumah duka di Desa Parado Wane.
Ady mengungkapkan bahwa pihak keluarga menolak dilakukan autopsi terhadap jasad AM. Penolakan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan yang dibuat di hadapan anggota Polsek Parado.
"Keluarga menerima meninggalnya AM dengan ikhlas. Berdasarkan keterangan pihak keluarga, AM mengidap penyakit kurang darah dan sering kram otot," tandas Ady.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi warga pesisir yang kerap mencari rumput laut secara tradisional. Kondisi fisik yang tidak prima serta medan pantai berbatu karang menjadi kombinasi risiko yang perlu diwaspadai saat melakukan aktivitas di laut.