MANDALIKA — Permintaan akomodasi di Nusa Tenggara Barat melonjak menjelang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB, Ni Ketut Wolini, menyebut okupansi hotel dan penginapan pada periode pekan balapan sudah menembus hampir 100 persen. Angka itu diperkirakan masih naik seiring makin dekatnya hari pelaksanaan.
Provinsi NTB saat ini memiliki sekitar 1.560 unit hotel dan akomodasi yang tersebar di berbagai wilayah. Lonjakan permintaan tersebut disebut menjadi momentum bagi industri pariwisata untuk membenahi kesiapan layanan.
66 Penerbangan Ekstra, Mayoritas Pesawat Berbadan Besar
Untuk mengimbangi lonjakan mobilitas, otoritas mencatat 66 penerbangan tambahan dari dan menuju NTB selama periode event. Sebagian besar tambahan kapasitas itu memakai pesawat berbadan besar atau wide body.
Penambahan rute diharapkan membuka lebih banyak pilihan akses bagi wisatawan. Mobilitas selama race week pun diharapkan berjalan lebih lancar.
Camping Ground Resmi Beroperasi 8 Oktober di Kuta Beach Park
Melalui ITDC, InJourney menyiapkan Official Camping Ground sebagai alternatif penginapan bagi penonton. Fasilitas itu berlokasi di zona barat kawasan Kuta Beach Park, The Mandalika.
Camping ground mulai beroperasi pada 8 Oktober 2026, sehari sebelum race weekend dimulai. Pilihan ini ditujukan bagi penonton yang ingin merasakan suasana MotoGP lebih dekat.
Maya Watono: Kapasitas Akomodasi dan Penerbangan Harus Terus Ditambah
Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menilai tingginya permintaan akomodasi dan penerbangan mencerminkan besarnya antusiasme terhadap ajang tersebut. InJourney pun mendorong koordinasi lintas sektor sejak sebelum kedatangan wisatawan hingga selama mereka berada di NTB.
"Kami terus berkoordinasi dengan seluruh stakeholder untuk memastikan kapasitas yang ada dapat terus ditambah, baik dari sisi akomodasi maupun konektivitas penerbangan. Upaya ini tentu tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, terlebih event ini merupakan event berskala internasional yang melibatkan ekosistem luas, sehingga kesiapan dan manfaatnya juga perlu dibangun secara bergotong royong," jelas Maya.
Maya menambahkan, Pertamina Grand Prix of Indonesia bukan sekadar event olahraga internasional. Menurutnya, ajang itu menjadi katalis bagi pertumbuhan pariwisata Indonesia.
"Untuk itu, kami memastikan keberlanjutan dan kualitas penyelenggaraan event ini menjadi kepentingan bersama. Selain itu, improvement juga harus terus dilakukan untuk memperkuat daya Tarik dan kesiapan destinasi. Namun hal ini tak bisa dilakukan secara silo, dibutuhkan concerted efforts dari seluruh stakeholder pusat dan daerah hingga pelaku industri untuk terus berkomitmen menciptakan dampak positif yang jauh lebih besar," tegas Maya.
Pengecekan Fasilitas Sirkuit dan Forum Lintas Sektor
Kesiapan penyelenggaraan ditinjau langsung melalui pengecekan berbagai fasilitas di Pertamina Mandalika International Circuit, Kamis (17/09). Sebelumnya, InJourney bersama pemangku kepentingan menggelar forum diskusi untuk menyelaraskan kesiapan di berbagai sektor.
Forum itu membahas sirkuit dan race operation, transportasi dan konektivitas, keamanan, akomodasi, hingga keterlibatan masyarakat. Tujuannya memastikan peningkatan arus wisatawan selama ajang balap diimbangi kesiapan kapasitas dan kualitas layanan di seluruh rangkaian perjalanan.
Holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney bersama PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau ITDC, Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Pemerintah Provinsi NTB, serta stakeholder terkait terus memperkuat koordinasi lintas sektor menjelang race week.