MATARAM — Kantor SAR Mataram bersama Kantor SAR Denpasar memperluas area pencarian lima penumpang KMP Putri Yasmin yang belum ditemukan pasca-kebakaran di Selat Lombok. Dua alat utama dikerahkan, yakni KN SAR Arjuna dan RIB 02 Mataram, untuk menyisir perairan dari lokasi kejadian menuju arah barat daya.
Hingga Kamis, total 212 orang telah berhasil dievakuasi dari insiden tersebut. Rinciannya, 211 penumpang dinyatakan selamat dan satu orang dilaporkan meninggal dunia.
Selain penyisiran langsung, tim gabungan juga melakukan pemapelan atau penyiaran informasi kepada kapal-kapal yang melintas di perairan Selat Lombok. Imbauan ini dimaksudkan agar awak kapal dapat memberikan bantuan awal atau segera melaporkan ke posko jika menemukan korban.
“Selain penyisiran langsung, kami juga menginstruksikan pemapelan kepada kapal-kapal yang melintas di Selat Lombok agar dapat memberikan bantuan awal atau segera menginformasikan ke posko apabila menemukan korban,” tegas Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi.
Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas (Kantor SAR Mataram dan Kantor SAR Denpasar), Lanal Mataram, Polda NTB, hingga KSOP Lembar. Unsur lainnya yang terlibat adalah KKP Lembar, KP3 Lembar, RS Kota Mataram, RSUD Provinsi NTB, Dikes Lombok Barat, Jasa Raharja, dan SGi Air Bali.
Kepala Kantor SAR Mataram menyampaikan bahwa langkah paralel terus dilakukan, baik melalui pergerakan alat utama di permukaan air maupun koordinasi dengan lalu lintas pelayaran di sekitar lokasi kejadian.