HUT Ke-81 RI di Desa Kediri Selatan Lombok Barat: Festival Permainan Tradisional, Santunan 70 Anak Yatim, hingga Hiburan Jhon Kursi Roda

Penulis: Valdi Pratama  •  Senin, 17 Agustus 2026 | 10:13:32 WIB
Warga mengikuti lomba permainan tradisional dalam rangkaian HUT Ke-81 RI di Desa Kediri Selatan, Lombok Barat, 16 Agustus 2026.

LOMBOK BARAT — Rangkaian perayaan HUT Ke-81 RI di Desa Kediri Selatan, Kecamatan Kediri, Lombok Barat, berlangsung selama hampir sepekan, tepatnya sejak 11 Agustus hingga 16 Agustus. Kegiatan yang melibatkan Karang Taruna, Himpunan Mahasiswa Kediri Selatan (Himakes), serta mahasiswa KKN dari IANH dan KKP UIN Mataram ini menyedot partisipasi warga dari berbagai kalangan usia.

Menghidupkan Kembali Permainan Tradisional yang Hampir Punah

Alih-alih hanya menggelar upacara, Pemdes Kediri Selatan memberikan ruang bagi semua kalangan untuk berpartisipasi. Sejak 11 hingga 15 Agustus, panitia menyiapkan aneka lomba permainan tradisional seperti lari karung, bola dangdut, hingga son keleong atau bakak yang diikuti anak-anak hingga ibu-ibu.

"Kami ingin menghidupkan kembali minat warga, terutama anak-anak, terhadap permainan yang hampir punah. Sehingga permainan ini bisa tetap lestari di kalangan masyarakat," ujar Edi Erwinsyah, Minggu (16/8/2026).

Jalan Sehat, Door Prize, dan Santunan untuk 70 Anak Yatim

Puncak acara digelar pada 16 Agustus dengan jalan sehat yang diikuti ratusan peserta. Panitia menyiapkan hadiah door prize menarik, mulai dari sepeda, kulkas, hingga perabot rumah tangga untuk memeriahkan suasana.

Di hari yang sama, digelar santunan kepada 70 anak yatim-piatu dan fakir miskin. Bantuan tersebut didukung oleh Baznas Provinsi NTB, pemerintah desa, donatur, serta Wakil Bupati Lombok Barat. Selain uang santunan, para penerima juga mendapatkan voucher makan gratis.

Hiburan Rakyat Tetap Jaga Norma di Kota Santri

Untuk memeriahkan malam puncak, Pemdes menghadirkan penyanyi lokal Jhon Kursi Roda. Namun, karena Kediri Selatan berada di wilayah yang dikenal sebagai kota santri, panitia memberikan aturan khusus bagi para pengisi acara.

"Tumben kami adakan hiburan ini, karena biasanya salawatan. Tapi perlu sekali-sekali, warga perlu bahagia merayakan momen HUT RI sekali dalam setahun. Makanya biduan yang tampil harus menggunakan hijab dan tidak boleh naik joget serta nyawer," jelasnya.

Dukungan untuk Pedagang Kecil dan Penguatan Silaturahmi Warga

Kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk menggerakkan ekonomi masyarakat kecil. Pemerintah desa menyiapkan tenda atau stan khusus bagi para pedagang UMKM setempat.

"Alhamdulillah pedagang-pedagang bisa mendapatkan pendapatan cukup signifikan karena kami siapkan tenda," pungkas Edi.

Lebih jauh, Edi menuturkan bahwa rangkaian acara ini menjadi ajang silaturahmi yang mempertemukan warga dari berbagai generasi. "Jadi ajang silaturahmi mereka, kami tidak batasi peserta. Ada ibu-ibu ikut son keleong, anak-anak ikut lari karung, itu bagian dari upaya kami memberikan ruang," tandasnya.

Reporter: Valdi Pratama
Sumber: suarantb.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top