GIRI MENANG — Duka mendalam menyelimuti keluarga Ardian (37), warga Dusun Gelogor Timur, Desa Gelogor, Kecamatan Kediri, Lombok Barat. Korban kebakaran KMP Putri Yasmin itu mengembuskan napas terakhir di RSUD Tripat, Rabu (19/8/2026) sore. Jenazahnya telah dibawa ke rumah duka dan rencananya dimakamkan Kamis (20/8/2026) setelah salat zuhur.
Kabar duka itu mendapat respons cepat dari Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Nurul Adha. Wanita yang akrab disapa Umi Nurul itu melayat ke rumah duka pada Rabu malam, didampingi jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Dalam kunjungan tersebut, Wabup Lobar tampak didampingi Direktur RSUD Tripat, Jasa Rajarja, Camat Kediri, serta Kepala Desa Gelogor, Arman Iswara. Kehadiran mereka untuk memberikan dukungan moril kepada keluarga korban yang tengah berduka.
Arman Iswara membenarkan bahwa warganya yang menjadi korban kebakaran kapal cepat tersebut meninggal dunia di RSUD Tripat. Ia juga mendampingi Wabup Nurul Adha selama proses melayat berlangsung. "Kami berduka atas meninggalnya warga kami," ujar Arman di lokasi.
Selain unsur pemerintah daerah, perwakilan PT Jasa Raharja juga terlihat hadir di rumah duka. Hal ini menjadi bagian dari proses penanganan dan pendampingan terhadap korban musibah pelayaran tersebut.
Ardian diketahui berangkat dari Pelabuhan Padangbai, Bali, menuju Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, menggunakan KMP Putri Yasmin. Kapal tersebut mengalami kebakaran pada Rabu (12/8/2026) di perairan Selat Lombok.
Kesehariannya, almarhum bekerja sebagai penyalur atau pengirim barang dari Bali ke sejumlah daerah di Lombok. Pekerjaan ini mengharuskannya bolak-balik menyeberang menggunakan kapal feri.
Kepergian Ardian untuk selama-lamanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Ia meninggalkan seorang istri dan dua orang anak yang kini harus melanjutkan hidup tanpa kehadiran sosok kepala keluarga.